Nama: Puja Barisman Putro
Kelas: 2PA05
Konsep sehat menurut:
Aliran Humanistik (Abraham Maslow)
Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan besar psikologi dalam tahun 1950-an. Istilah psikologi humanistik (Humanistic Psychology) diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di bawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force) karena humanistik muncul sebagai kritik terhadap pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala psikoanalisa.
Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh Psikologi Humanistik memandang behavorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengaktualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri dan mengatualisasikan diri.
Analisis Tokoh (Abraham Maslow)
Abraham Maslow merupakan salah satu sosok yang sangat berpengaruh dalam bidang ilmu psikologi. Dia merupakan bapak dari psikologi humanistik. Menurut ajaran Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusian. Maslow memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan segala ciri-ciri eksistensinya.
Menurut Maslow, terdapat empat ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu:
A. Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari.
B. Lebih memusatkan perhatian kepada individu yang mengalaminya, karena berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer.
C. Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai-nilai yang tinggi pada martabat manusia itu sendiri.
D. Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas dari manusia (contohnya yaitu kreativitas, dan aktualisasi diri)
Selain empat ciri psikologi yang berorientasi humanisti diatas, terdapat pula orang yang sehat secara psikologis yaitu orang yang kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi seperti kebutuhan fisiologis (the physiological needs), kebutuhan rasa aman (the safety needs/ the security needs), kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan penghargaan diri, dll.
Sumber Referensi
Lindzey, gardner.1993.Teori – Teori Psikodinamik.Yogyakarta: Penerbit Kanisius
http://more23dy.blogspot.com/2014/03/kesehatan-mental-konsep-sehat-sejarah.html
http://ssitirohani.blogspot.com/2014/03/kesehatan-mental-konsep-sehat-sejarah.html
Schultz, Duane.1989. Pendekatan Psikologi Humanistik.Yogyakarta: Penerbit Kanisius
http://repastrepost.bogspot.in/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar