Nama: Puja
Barisman Putro
Kelas: 2PA05
NPM: 16513941
Latar
Belakang
Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang
dapat berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Perilaku dan cara hidup
manusia dapat merupakan penyebab bermacam-macam penyakit baik di zaman primitif
maupun modern. Bila di tinjau dari segi biologis, penyakit merupakan kelainan
berbagai organ tubuh manusia, sedangkan dari segi kemasyarakatan keadaan sakit
dianggap sebagai penyimpangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif.
Penyimpangan tersebut dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau
lingkungan manusia, tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan
psikososial individu yang bersangkutan. Faktor emosional ini pada dasarnya merupakan
akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan atau
kebudayaan.
Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan
bergantung jenis penyakitnya. Secara umum konsepsi ini ditentukan oleh berbagai
faktor antara lain yaitu parasit, faktor manusia dan lingkungan sekitar.
Penyakit dapat dipandang sebagai suatu unsur dalam lingkungan manusia, yaitu
seperti tampak pada ciri sel-sabit (sickle-cell). Di kalangan penduduk Afrika
Barat, suatu perubahan evolusi yang adaptif yang memberikan imunitas relatif
terhadap malaria. Ciri sel-sabit sama sekali bukan merupakan karakteristik yang
diinginkan karena memberikan proteksi yang tinggi terhadap gigitan nyamuk
Anopheles. Bagi sebagian masyarakat Dani di Papua, penyakit merupakan symbol
sosial yang positif, yang diberi nilai-nilai tertentu.
Sejarah
Perkembangan Kesehatan Mental
Tercatat dalam sejarah ilmu, khususnya di
bidang kesehatan mental kita dapat memahami bahwa gangguan mental telah terjadi
sejak awal peradaban manusia lahir dan sekaligus telah ada upaya untuk
mengatasi nya sejalan dengan peradaban. Dengan pesat nya perkembangan
kebudayaan, teknologi, dan ilmu pengetahuan mempengaruhi cara-cara manusia
untuk mengatasi masalah non jasmaniah atau mental yang semakin lama tumbuh
menjadi ilmu pengetahuan sendiri. Tentu saja manusia berusaha untuk
menyembuhkan penyakit nya itu dengan cara rasional maupun irasional. Misalnya
dengan meminta nasehat kepada orang tua, orang yang dituakan atau dianggap
bijak. Dengan cara yang irasional yaitu dengan pergi ke dukun-dukun atau
melakukan penyembuhan terhadap benda-benda yang dianggap keramat atau sakti.
Masalah mental bukan merupakan masalah fisik
yang mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat
dengan relative mudah di deteksi, hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup
bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal
yang biasa dan bukan gangguan.
Masa atau zaman prasejarah adalah masa dimana manusia purba sering sekali
mengalami gangguan mental atau fisik seperti infeksi, arthritis, dll
Zaman peradaban awal
1. Phytagoras (orang yang
pertama kali memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental).
2. Hypocrates (ia berpendapat
penyakit atau gangguan otak adalah salah satu penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental
sebagai gangguan moral, fisik)
4. dll
Zaman pra-ilmiah
Seperti juga psikologi yang
mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di
dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun
yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana. orang menduga bahwa penyebab
penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh
karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di
bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan
kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan
dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini.
1.Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2.Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Philippe Pinel di Perancis dan
William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam
mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental.
Philippe Pinel terpilih
menjadi kepala rumah sakit jiwa Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini pasiennya
di rantai, di ikat ke tembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai
selama 20 tahun atau lebih dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa
jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya diantara mereka banyak yang
berhasil sembuh dan mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai
diri nya sendiri.
Masa atau zaman ilmiah
Masa dimana tidak hanya
praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental
dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan
alam di Eropa. Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha
kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para
penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam
memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara
Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat
disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Pada tahun 1908 terbit sebuah buku yang sangat terkenal dengan judul “A Mind That Found It Self”. Buku tersebut dikarang oleh Clifford Whittingham Beers. Buku itu menceritakan pengalaman-pengalamannya saat dirawat dibeberapa rumah sakit. Ia mendapatkan perawatan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan pada pasien dengan gangguan jiwa, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya pemahaman mengenai kesehatan mental. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Perawatan yang tulus dan penuh kasih justru memberikan dampak yang positif bagi penderita gangguan jiwa.
Pada tahun 1908 terbit sebuah buku yang sangat terkenal dengan judul “A Mind That Found It Self”. Buku tersebut dikarang oleh Clifford Whittingham Beers. Buku itu menceritakan pengalaman-pengalamannya saat dirawat dibeberapa rumah sakit. Ia mendapatkan perawatan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan pada pasien dengan gangguan jiwa, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya pemahaman mengenai kesehatan mental. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Perawatan yang tulus dan penuh kasih justru memberikan dampak yang positif bagi penderita gangguan jiwa.
Dari pengalamannya yang tidak menyenangkan
selama dirawat itulah, ia menyatakan bahwa keramah tamahan yang ditunjukkan
kepadanya justru memberikan dampak penyembuhan yang besar bagi dirinya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa
penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan
pula. Clifford Wittingham Beers memberikan beberapa saran dalam usaha
pencegahan terjadinya gangguan mental dan perawatannya:
- Pembaruan dalam perawatan penderita
- Menyebarluaskan informasi untuk merubah
sikap terhadap pasien gangguan jiwa supaya lebih tepat dan manusiawi serta agar
orang mau bersikap lebih intelegent.
- Mendorong diadakannya penelitian terhadap
sebab-sebab timbulnya penyakit dan perawatan terhadap sakit mental serta
mengembangkan terapi penyembuhan.
- Mengembangkan usaha-usaha untuk mencegah
gangguan mental dan gangguan-gangguan emosi.
William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Karena jasa nya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar ”Mental Hygiene” dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.
Gerakan mental Hygiene terus
berkembang hingga tahun 1975 di Amerika yang terdapat lebih dari seribu
perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini
dikembangkan melalui The World Federation for Mental Health dan The World Health
Organization.
Dewasa ini perhatian orang-orang terhadap
kesehatan mental semakin besar. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya
fasilitas kesehatan bagi para penderita gangguan mental, keluarga yang memiliki
anggota keluarga yang memiliki gangguan mental pun sudah tidak merasa malu
untuk membawa berobat, di masa lalu anggota keluarga yang mengalami gangguan
mental dikucilkan bahkan ada pula yang dipasung.
Demikian pula disekolah tidak lepas dari
pengaruh kesehatan mental. Para pendidik semakin menyadari perlunya pengetrapan
prinsip-prinsip kesehatan mental untuk tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
Justru sekolah yang mempunyai peranan besar dalam “membentuk” manusia-manusia
yang sehat badan dan jiwanya.
Konsep Sehat
Keadaan berperilaku yang baik
atau sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
beraktifitas dan berproduktif secara sosial dan ekonomis dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Seseorang harus peduli pada keadaan dirinya mulai dari pengetahuan
kesehatannya.
Konsep sehat itu terdiri dari 5 dimensi yaitu
fisik, emosi, social, spiritual, dan intelektual.
1. Kesehatan fisik adalah suatu keadaan dimana
bentuk fisik dan fungsinya tidak ada gangguan sehingga memungkinkan
perkembangan psikologis dan social dapat melakukan kegiatan sehari-hari dalam
kondisi yang baik atau optimal.
2. Kesehatan emosi adalah suatu kondisi dimana
seseorang mengalami reaksi tubuh dalam menghadapi situasi tertentu.
3. Kesehatan social adalah suatu keadaan dimana
seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya,
sehingga mampu untuk hidup bersama dengan masyarakat lingkungannya.
4. Kesehatan spiritual adalah suatu dimana
seseorang memiliki kesadaran yang berkaitan dengan kemampuan, keinginan, dan
intelegensi.
5. Kesehatan intelektual adalah suatu dimana
seseorang mampu mengendalikan kecerdasannya untuk berfikir, berfikir baik
maupun buruk.
Seseorang harus mengetahui
bagaimana memelihara kesehatannya, seperti pengetahuan tentang penyakit menular, pengetahuan tentang faktor-faktor yang
terkait kesehatan, dan apa saja yang memengaruhi kesehatan, pengetahuan
tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan pengetahuan untuk menghindari kecelakaan. Setiap orang juga diharapkan dapat memelihara
kesehatan dan faktor-faktor lain yang terkait dalam kesehatan.
Sehat adalah kondisi normal seseorang yang
merupakan hak hidupnya, sehat juga berhubungan dengan hukum alam yang mengatur
tubuh, jiwa, dan lingkungan berupa udara segar, sinar matahari, diet seimbang,
bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya
hidup yang baik. Meskipun terdapat banyak pengertian atau definisi, konsep
sehat adalah tidak standart atau baku serta tiadak dapat diterima secara mutlak
dan umum. Apa yang dianggap normal oleh seseorang tersebut masih mungkin di
nilai abnormal oleh orang lain, dan masing-masing orang, kelompok, atau
masyarakatpun memiliki patokan dalam mengartikan arti dari sehat tersebut.
Sumber Referensi
Brennan, James F. 2006. Sejarah
dan Sistem Psikologi. Jakarta: PT.Raja Grafindo
Moeljono,
Notosoerdirdjo. 2002. Kesehatan Mental: Konsep dan Penerapan.
Malang: Universitas Muhammadiyah Malang
Baihaqi, MIF. 2008. Psikologi
Pertumbuhan, Kepribadian Sehat Untuk Mengembangkan Optimisme. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya
Siswanto. 2007. Kesehatan
Mental. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
http://psikologi.or.id/psikologi-klinis/sejarah-perkembangan-mental.html
http://blog.sehatmedia.com/2014/03/definisi-sehat-komponen-definisi-sehat.html
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kesehatan/