Rabu, 30 Oktober 2013

Pengertian Keadilan dan Berbagai Macam Keadilan

Nama: Puja Barisman Putro
Kelas: 1PA02
NPM: 16513941

Pengertian Keadilan dan Berbagai Macam Keadilan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/Justice_statue.jpg/220px-Justice_statue.jpg

J.L. Urban, patung Dewi Keadilan di gedung pengadilan di OlomoucRepublik Ceko
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besarJohn Rawlsfilsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran". Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya

Pengertian Keadilan Menurut Pendapat Para Ahli

Keadilan merupakan suatu hal yang abstrak, bagaimana mewujudkan suatu keadilan jika tidak mengetahui apa arti keadilan. Untuk itu perlu dirumuskan definisi yang paling tidak mendekati dan dapat memberi gambaran apa arti keadilan. Definisi mengenai keadilan sangat beragam, dapat ditunjukkan dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para pakar di bidang hukum yang memberikan definisi berbeda-beda mengenai keadilan.
Keadilan Menurut Aristoteles (filsuf yang termasyur) dalam tulisannya Retorica membedakan keadilan dalam dua macam :
1.   Keadilan Distributif atau Justitia Distributive
Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang didasarkan atas jasa-jasanya atau pembagian menurut haknya masing-masing. Keadilan distributif berperan dalam hubungan antara masyarakat dengan perorangan. keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Budi bekerja selama 30 hari sedangkan Doni bekerja 15 hari. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Budi menerima Rp.100.000,- maka Doni harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil dan melenceng dari asas keadilan.

2.   Keadilan Kumulatif atau Justitia Cummulativa

Keadilan kumulatif adalah suatu keadilan yang diterima oleh masing-masing anggota tanpa mempedulikan jasa masing-masing. Keadilan ini didasarkan pada transaksi (sunallagamata) baik yang sukarela atau tidak. Keadilan ini terjadi pada lapangan hukum perdata, misalnya dalam perjanjian tukar-menukar.

Keadilan Menurut Thomas Aquinas (filsuf hukum alam), membedakan keadilan dalam dua kelompok :
§  Keadilan Umum (justitia generalis); Keadilan umum adalah keadilan menurut kehendak undang-undang, yang harus ditunaikan demi kepentingan umum.
§  Keadilan Khusus; Keadilan khusus adalah keadilan atas dasar kesamaan atau proporsionalitas. Keadilan ini dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu :
1.      Keadilan distributif (justitia distributiva) adalah keadilan yang secara proporsional yang diterapkan dalam lapangan hukum publik secara umum.
2.      Keadilan komutatif (justitia cummulativa) adalah keadilan dengan mempersamakan antara prestasi dengan kontraprestasi.
3.      Keadilan vindikativ (justitia vindicativa) adalah keadilan dalam hal menjatuhkan hukuman atau ganti kerugian dalam tindak pidana. Seseorang dianggap adil apabila ia dipidana badan atau denda sesuai dengan besarnya hukuman yang telah ditentukan atas tindak pidana yang dilakukannya.
 Keadilan Menurut Notohamidjojo (1973: 12), yaitu :
§  Keadilan Keratif (iustitia creativa); Keadilan keratif adalah keadilan yang memberikan kepada setiap orang untuk bebas menciptakan sesuatu sesuai dengan daya kreativitasnya.
§  Keadilan Protektif (iustitia protectiva); Keadilan protektif adalah keadilan yang memberikan pengayoman kepada setiap orang, yaitu perlindungan yang diperlukan dalam masyarakat.

Keadilan Menurut John Raws (Priyono, 1993: 35), adalah ukuran yang harus diberikan untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama. Ada tiga prinsip keadilan yaitu :
(1) Kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya,
(2) Perbedaan,
(3) Persamaan yang adil atas kesempatan.

Pada kenyataannya, ketiga prinsip itu tidak dapat diwujudkan secara bersama-sama karena dapat terjadi prinsip yang satu berbenturan dengan prinsip yang lain. John Raws memprioritaskan bahwa prinsip kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya secara leksikal berlaku terlebih dahulu dari pada prinsip kedua dan ketiga.

Keadilan dari Sudut Pandang Bangsa Indonesia disebut juga keadilan sosial, secara jelas dicantumkan dalam pancasila sila ke-2 dan ke-5, serta UUD 1945. Keadilan adalah penilaian dengan memberikan kepada siapapun sesuai dengan apa yang menjadi haknya, yakni dengan bertindak proposional dan tidak melanggar hukum. Keadilan berkaitan erat dengan hak, dalam konsepsi bangsa Indonesia hak tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban. Dalam konteks pembangunan bangsa Indonesia keadilan tidak bersifat sektoral tetapi meliputi ideologi, EKPOLESOSBUDHANKAM. Untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Keadilan Menurut  Ibnu Taymiyyah (661-728 H) adalah memberikan sesuatu kepada setiap anggota masyarakat sesuai dengan haknya yang harus diperolehnya tanpa diminta; tidak berat sebelah atau tidak memihak kepada salah satu pihak; mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan mana yang salah, bertindak jujur dan tetap menurut peraturan yang telah ditetapkan. Keadilan merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang asasi dan menjadi pilar bagi berbagai aspek kehidupan, baik individual, keluarga, dan masyarakat. Keadilan tidak hanya menjadi idaman setiap insan bahkan kitab suci umat Islam menjadikan keadilan sebagai tujuan risalah samawi.
Keadilan Menurut Thomas Hobbes
Menjelaskan suatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan dengan perjanjian yang disepakati.
Keadilan Menurut Notonegoro
Menambahkan keadilan legalitas atau keadilan hukum yaitu suatu keadan dikatakan adil jika sesuai ketentuan hukum yang berlaku
MACAM-MACAM KEADILAN

Ada Berbagai macam keadilan yang didefinisikan berlainan antara lain :

Keadilan Legal atau Keadilan Moral

Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). . Keadilan Moral, yaitu suatu perbuatan dapat dikatakan adila secara moral apabila telah mampu memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajibannya.
 Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara balk
menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.
Keadilan Prosedural, yaitu apabila seseorang telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yang telah diterapkan.
Ada beberapa pendapat yg lain dari para ahli filsafat . seperti di bawah ini :
- Menurut Socrates , keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
- Menurut Kong Hu Cu Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Dari beberapa pendapat terbentuklah pendapat yg umum, yg di katakan ” Keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.”.

Macam-macam Keadilan

artikel:
Hukum dan Keadilan di Indonesia masih Abu-Abu
Penulis : Fario Untung
Kamis, 05 Agustus 2010 20:27 WIB   
JAKARTA--MI: Setelah satu dekade reformasi hukum di negeri ini, nampaknya warna keadilan di Indonesia masih abu-abu. Tidak ada kejelasan merupakan gambaran yang tepat untuk menggambarkan hukum negeri ini. 

Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa) mengadakan seminar terbuka bertajuk Staganasi Hukum di Indonesia yang diadakan di Setiabudi Building, Jakarta, Kamis (5/8). 

Dalam seminar tersebut, salah satu anggota HuMa Asep Yunan F menyoroti kinerja hukum di negara ini yang cenderung diam dan tidak bergerak. 

Menurutnya ada beberapa faktor utama yang menyebabkan stagnasi hukum di Indonesia. Diantaranya adalah yang menurutnya paling penting yaitu politik dan arah pembaruan hukum yang  elitis karena agenda-agenda pembaharuan hukum sejatinya masih dikontrol oleh negara dan organisasi-organisasi internasional. 

"Yang tidak kalah pentingnya adalah faktor kebobrokan mental para penegak hukum di negeri ini yang sarat korupsi dan melahirkan mafia-mafia hukum," ujar Asep. 

Selanjutnya adalah faktor kualitas legislasi nasional dan daerah yang rendah. "Produk legislasi di tingkat nasional oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bukan hanya tidak mampu memenuhi target produk undang-undang, tapi bermasalah pada sisi kualitas. DPR periode 2004-2009 hanya mampu memenuhi 68% dari target pembahasan RUU. 

Asep juga menambahkan faktor lain yakni Mahkamah Konstitusi (MK) yang memiliki peran penting sebagai the Guardian of the Constitution lebih banyak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok elite bangsa ini. 

Dan yang terakhir adalah ketidakmampuannya institusi-institusi hukum dan pemerintah di negeri ini menyelesaikan konflik yang melibatkan masyarakat banyak terutama masyarakat marginal atau miskin dengan cara memenuhi rasa keadilan rakyat. 

"Jika faktor penyebab stagnasi hukum ini tidak segera dicari jalan keluarnya, akan dengan segera berujung pada kematian negara hukum Indonesia," tutup Asep.

Contoh Hubungan yang Baik Antar Manusia Menurut Keadilan

Diantara nya adalah hubungan antara guru dan murid di kelas, hubungan antara ibu dengan anak-anak nya, hubungan penegak hukum dengan masyarakat luas, dll

Tanggapan:
Menurut pendapat saya, masih banyak contoh-contoh hubungan baik antar manusia yang berkaitan dengan keadilan. Namun, saya hanya bisa menjelaskan beberapa contoh. Yang pertama yaitu hubungan antara guru dan murid di kelas. Tentu nya hubungan ini sudah jelas berkaitan dengan keadilan. Guru memberikan materi pelajaran kepada murid-muridnya, agar materi yang di sampaikan bisa di pahami. Selain itu, sebagai guru juga harus adil dalam memberikan nilai. Jangan hanya ketua kelas atau yang pintar saja yang mendapatkan nilai bagus, tetapi murid-murid yang lain juga punya hak yang sama untuk mendapatkan nilai bagus.
Yang kedua yaitu hubungan antara ibu dengan anak kandung nya. Sebagai ibu yang baik, pasti nya akan memberikan segala sesuatu yang di minta oleh anak-anak nya. Dalam hal ini, sebagai seorang ibu harus memberikan secara adil kepada anak-anak nya agar tidak ada perselisihan diantara anak-anaknya.
Yang ke tiga yaitu hubungan antara penegak hukum dengan masyarakat luas. Dalam dunia hukum, seorang penegak hukum harus mempunyai rasa keadilan kepada siapa pun terutama masyarakat. Seorang penegak hukum tidak bisa sembarangan menuduh masyarakat tanpa ada bukti yang sah. Jika ada seorang pejabat negara terbukti melakukan tindakan korupsi, seharusnya penegak hukum mampu mengatasi masalah tersebut melalui cara keadilan, bukan dengan cara di sogok oleh pejabat negara tersebut.



            Daftar Pustaka


Selasa, 29 Oktober 2013

Keindahan yang Mengandung Nilai Ekstrinsik dan Intrinsik

Nama: Puja Barisman Putro
Kelas: 1PA02
NPM: 16513941

Keindahan Yang Mengandung Nilai Ekstrinsik dan Intrinsik

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya."
Ø  Berikut ini adalah contoh-contoh puisi yang berkaitan atau berhubungan dengan keindahan:

KEINDAHAN ALAM
Puisi Cahyaning P.

Bak gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari

Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap

Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.

INDAHNYA ALAM NEGERI INI
Puisi Ronny Maharianto

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan        

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik
Ada dua unsur utama dalam karya sastra, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur ekstrinsik berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan.

A. Unsur Intrinsik
unsur yang terdapat di dalam karya sastra.yang mempengaruhi karya sastra tersebut,unsur intrinsik dalam cerita meliputi: Tema, Karakter, Setting, Plot, Alur, Sudut Pandang, Penokohan, Tokoh, Teknik Penggunaan Bahasa, Amanat, dll.


B. Unsur Ekstrinsik
Faktor ekstrinsik adalah segala faktor luar yang melatarbelakangi penciptaan karya sastra. Ia merupakan milik subjektif pengarang yang bisa berupa kondisi social, motivasi, tendensi yang mendorong dan mempegaruhi kepengarangan seseorang. Faktor-faktor ekstrinsik itu dapat meliputi:

1). Tradisi dan nilai-nilai,
2). Struktur kehidupan sosial,
3). Keyakinan dan pandangan hidup,
4). Suasana politik,
5). Lingkungan hidup,
6). Agama, dan sebagainya.

Contoh-contoh hubungan yang baik sesama manusia
Dalam pembahasan kali ini, saya akan menjelaskan contoh-contoh dan pembahasan tentang  hubungan yang baik sesama manusia terhadap keindahan yang mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik. Diantaranya adalah hubungan yang baik antara grup idol dengan fans, hubungan yang baik sesama teman, hubungan yang baik antar keluarga, dan antar tetangga.
Tanggapan/ Pembahasan
Ø  Hubungan yang baik antara grup idol dengan fans
Sebuah grup idol tidak akan lepas dengan ada nya fans. Grup idol yang berjuang untuk meraih impian, tentu nya tidak semudah yang di bayangkan. Butuh perjuangan dan pengorbanan yang berat agar bisa mewujudkan impian itu. Diantara nya adalah mereka rela mengorbankan masa-masa muda untuk berjuang meraih impian. Karena itu “Impian ada di tengah peluh, bagai bunga yang mekar secara perlahan. Usaha keras itu tak akan mengkhianati”. Itu adalah sebagian lirik lagu grup idol tersebut, mungkin masih banyak lagi lirik lagu yang memacu untuk terus berusaha sampai kapanpun agar tidak mudah putus asa. Selain itu, dorongan para pendukung atau fans sangat berarti bagi grup idol tersebut. Dengan ada nya dorongan tersebut, para fans berusaha tetap mendukung sampai kapanpun hingga impian grup idol tersebut bisa tercapai.
            Hubungan yang baik antara grup idol dengan fans bisa terwujud apabila grup idol tersebut mau menanggapi saran atau kritik dari para fans. Dengan di adakan nya event-event tentu nya akan menambah hubungan yang erat antara grup idol dengan para fans.

Ø  Hubungan yang baik sesama teman.
Sebagai sesama teman, kita tentu nya pasti saling berhubungan satu sama lain. Dengan berhubungan itu, kita pasti akan mendapatkan teman yang banyak. Namun kita harus pandai-pandai memilih teman dalam pergaulan. Jangan sampai kita salah memilih teman dalam pergaulan. Jika salah memilih teman, kita akan terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak benar.

Ø  Hubungan yang baik antar tetangga
Banyak sekali hubungan-hubungan yang baik antar tetangga. Saya akan menjelaskan salah satu contoh hubungan yang baik antar tetangga, yaitu hubungan saling membatu.
Di dalam bertetangga, kita tentu nya akan mempunyai rasa saling membantu. Rasa saling membantu itu muncul apabila ada tetangga kita yang sangat membutuhkan bantuan atau pertolongan. Misalnya tetangga kita sedang mengalami musibah banjir. Kita tentu nya tidak ingin membiarkan tetangga kita susah begitu saja. Kita sebagai tetangga wajib membantu atau menolong tetangga yang sedang mengalami bencana banjir tersebut. Misalnya yaitu membantu mengeluarkan barang-barang tetangga kita ke tempat yang kering. Selain mengeluarkan barang-barang, kita harus membantu dalam hal menyelamatkan. Jika tetangga kita sampai ada yang tenggelam, kita wajib menolong tetangga tersebut ke tempat yang aman. Itu lah salah satu contoh hubungan yang baik antar tetangga.

Daftar Pustaka

Cinta Menurut Ajaran Agama dan Negara

Nama: Puja Barisman Putro
Kelas: 1PA02
NPM: 16513941

Cinta Menurut Ajaran Agama dan Negara

Ø  Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam  kehidupan  manusia, cinta menampakan  diri dalam berbagai bentuk kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya,berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur`an.

A. Cinta Diri
Cinta  ini  erat kaitannya dengan dorongan  menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahaya.
Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup (QS, Al-Adiyat, 100:8). Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan  manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya uang terus menerus agar dikaruniai harta, kesehatanm dan berbagai kebaikan dan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia akan bias meperoleh karunia lagi (QS, Fushilat, 41:49). Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
B. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan  keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya  itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa  kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.

C. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
Dorongan seksual melakukan fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuknya keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya. Jelas dengan sendirinya ia mengakui pula cinta seksual yang mennyertai dorongan tersebut. Sebab ia merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah, yaitu dengan perkawinan.

D. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti  halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari   kesenangan dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.

E. Cinta Kepada Allah
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduaanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukkan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya :
“Katakanlah : Jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha pengampun lagi Maha penyanyang” (QS, Ali Imran, 3:31).
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesame manusia, hewan, semua mahluk Allah dan seluruh alam semesta. Sebab dalam pandagannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai  manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-lerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.
Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti ,  nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar  beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman, kesesatan menuju cahaya petunjuk.

Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang  gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”. Pernyataan  ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah  “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah”  Roro Mendut dan Prono Citro”

Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan  ini mengandung arti luas.  Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah.

Cinta Menurut Agama Islam Memiliki 8 Pengertian: 
1. Cinta "MAWADDAH" adalah
 jenis cinta mengebu-gebu, membara dan "nggemesin". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua,dan ga mau berpisah.. 
2. Cinta "RAHMAH" adalah jenis 
cinta yang penuh kasih sayang,lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. 
3. Cinta "MAIL", adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain kurang diperhatikan. 
4. Cinta "SYAGHAF". Adalah 
cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) 
bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yg dilakukan.

5. Cinta "RA'FAH
yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, dan membelanya meskipun salah.
6. Cinta "SHOBWAH",
yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. 
7. Cinta "SYAUQ" (rindu). 
Cinta jenis ini adalah ingin merasakan nikmatnya memandang wajah, dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengannya. 
8. Cinta "KULFAH"
Yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif, meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, wlau ada pembantu. 
Ø  Cinta Kasih Menurut Negara
Cinta kasih menurut negara adalah jiwa raga dan semangat kita di tuangkan atau ditujukan kepada negara kita. Tidak hanya melalui peperangan ataupun pertempuran darah untuk kita dapat membuktikan kecintaan kita terhadap negara kita. Tetapi kita dapat mebuktikan kecintaan kita kepada negara dengan cara menunjukan ketertiban kita yaitu melaksanakan aturan- aturan di negera kita di daerah manupun kita tinggal.
Di Indonesia, kita sebagai warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang telah di atur oleh Undang-Undang Dasar Negara 1945, di dalam UUD tersebut kita mempunyai banyak kewajiban dan banyak hak kita sebagai warga negera Republik Indonesia. Selain itu pula kita umumnya hanya melaksanakan hak kita saja tetepi kita lupa melaksanakan kewajiban sebagai warga negara.

Contoh hubungan yang baik sesama manusia menurut agama dan negara
yaitu saling menjalin hubungan silaturahmi antar manusia, saling bekerja sama dalam kegiatan gotong royong, menumbuhkan solidaritas antar manusia, dll
Tanggapan/ Pembahasan :
Menurut tanggapan saya, hubungan silaturahmi antar manusia itu sangat penting. Karena bisa menambah ikatan atau hubungan antar manusia dan juga bisa menambah persaudaraan sesama umat beragama. Selain menjalin hubungan silaturahmi, ada juga hubungan yang berkaitan dengan agama. Yaitu saling bekerja sama dalam kegiatan gotong royong.
Gotong royong bisa menumbuhkan rasa kekompakan dalam berhubungan antar manusia khususnya di lingkungan rumah. Selain menambah kekompakan, gotong royong juga bisa menciptakan lingkungan menjadi bersih dan sehat.
Hubungan antara cinta kasih menurut agama adalah cinta yang bersumber dari hati akan berdampak terhadap cinta kepada siapapun. Dengan ada nya agama, kita sebagai manusia tidak akan lepas dari ajaran-ajaran agama. Karena itu, agama dapat mengatur segala urusan di dunia terutama tentang cinta. Kita tidak bisa sembarangan mencintai tanpa ada nya dasar keimanan. Dengan keimanan yang kuat, akan memperteguhkan pendirian kita sebagai umat beragama. Berbagai macam cinta terhadap sesama manusia tentunya juga mempunyai batasan-batasan dalam mencintai atau menyayangi.
Selain cinta kasih menurut ajaran agama, ada juga cinta kasih terhadap negara. Yaitu kita rela melakukan apa saja demi kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan yang sudah kita genggam selama ini. Dan tak lupa kita sebagai warga negara yang bijak dan taat kita harus melakukan semua kewajiban kita. Kita pun harus menggunakan hak kita sewajarnya sebagai warga negara Indonesia yang baik.

Daftar Pustaka

Selasa, 08 Oktober 2013

Hakekat Manusia dan Kebudayaan

Nama: Puja Barisman Putro
NPM: 16513941
Tugas: Ilmu Budaya Dasar

Hakekat Manusia

Hakekat Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu.Tuhan menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing-masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia di berikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini.       Ilmu Pengertian hakikat manusia – Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan.Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Tuhan dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah.Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia.
Karena itu, kualitas, hakikat, fitrah, kesejatian manusia adalah baik, benar, dan indah. Tidak ada makhluk di dunia ini yang memiliki kualitas dan kesejatian semulia itu . Sungguhpun demikian, harus diakui bahwa kualitas dan hakekat baik benar dan indah itu selalu mengisyaratkan dilema-dilema dalam proses pencapaiannya
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
a.       Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c.       yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
d.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e.       Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
f.       Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
g.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

 Hakekat Manusia Sebagai Mahluk yang Bertanggung Jawab
Sesungguhnya hakekat manusia adalah mahluk yang bertanggung jawab atas tindakannya. Manusia diberi naluri. Naluri adalah semacam dorongan alamiah dari dalam diri manusia untuk memikirkan serta menyatakan suatu tindakan. Nah naluri ini tidak setiap waktu muncul yang baik nun kadang muncul naluri kejahatan, namun pada hakikatnya atas tindakan keaikan maupun kejahatan manusia memiliki tanggungjawab.

Hakekat Manusia Sebagai Mahluk yang Membutuhkan Tuhan
Sesuatu yang diciptakan pastilah ada yang mencipta, begitulah manusia, Manusia akan gersang ketika tidak kunjung menemukan sesuatu yang lebih tinggi darinya. Sesuatu yang menciptakan dirinya.

Sifat Hakekat Manusia
Sifat hakekat manusia adalah obyek studi filsafat, lebih spesifik lagi adalah tugas antropologi (filsafat antropologi) untuk mencari jawaban atas pertanyaan “apakah manusia itu”? Adapun pertanyaan tersebut antara lain berkenaan dengan :
(1).Asal usul keberadaan manusia, yang mempertanyakan apakah beradanya manusia di dunia ini hanya kebetulan saja sebagai hasil evolusi atau hasil ciptaan Tuhan?
(2). Struktur metafisik manusia, apakah yang esensial dari manusia itu badannya atau jiwanya  atau badan dan jiwa.
(3). berbagai karakteristik dan makna eksistensi manusia di dunia, antara lain berkenaan dengan individualitas, sosialitas.

Wujud Sifat Hakekat Manusia
Mengenai wujud sifat hakekat manusia (yang tidak dimiliki oleh hewan), akan dipaparkan oleh paham eksistensialisme dengan tujuan agar menjadi masukan dalam membenahi konsep pendidikan, yaitu:
a) Kemampuan Menyadari Diri
Berkat adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia, maka manusia menyadari bahwa dirinya (akunya) memiliki ciri khas atau karakteristik diri. Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku yang lain (ia,mereka) dan dengan no-aku (lingkungan fisik) di sekitarnya.
b) Kemampuan bereksistensi
Kemampuan bereksistensi adalah kemampuan menempatkan diri dan menerobos.Justru karena manusia memiliki kemampuan bereksistensi inilah maka pada manusia terdapat unsur kebebasan.
c) Kata hati (conscience of man)
Kata hati atau conscience of man juga sering disebut dengan istilah hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati, dan sebagainya. Conscience ialah “pengertian yang ikut serta” atau “pengertian yang mengikut perbuatan”.
d) Moral
Tampak bahwa masih ada jarak antara kata hati dengan moral.Artinya seseorang yang telah memiliki kata hati yang tajam belum otomatis perbuatannya merupakan realisasi dari kata hatinya itu.
e) Kewajiban dan hak
Pada dasarnya hak itu adalah sesuatu yang masih kosong.Artinya meskipun hak tentang sesuatu itu ada, belum tentu sesorang mengetahuinya (misalnya hak memperoleh perlindungan hukum). Pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban bertalian erat dengan soal keadilan.Dalam hubungan ini dapat dikatakan bahwa keadilan terwujud bila hak sejalan dengan kewajiban karena pemenuhan hak dan pelaksaaan kewajiban dibatasi oleh situasi kondisi, yang berarti tidak semua hak dapat terpenuhi dan tidak segenap kewajiban dapat sepenuhnya dilakukan.
Beberapa Definisi Manusia :
(1).Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
(2).Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature
(3).Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
(4).Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satunya makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
(5).Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan.
(6).Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya.
(7).Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai.Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul.
(8).Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia.
Definisi Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitandengan budi dan akal manusia. Definisi kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi system idea tau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
Tujuh kebudayaan universal:
1.      Sistem Religi
2.      Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3.      Sistem Pengetahuan
4.      System Mata Pencaharian Hidup dan Sistem-Sistem Ekonomi
5.      Sistem Teknologi dan Peralatan
6.      Bahasa
7.      Kesenian
Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya:
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2.      Kompleks aktivitas
3.      Wujud sebagai benda

Definisi penting yang pertama tentang kebudayaan diberikan oleh ahli antropologi Inggris Sir Edward B. Tylor dalam tahun 1871.Tylor mendefinisikan kebudayaan sebagai "kompleks keseluruhan, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat, dan semua kemampuan dan kebiasaan lain, yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat."Definisi-definisi yang baru cenderung lebih mementingkan nilai-nilai dan kepercayaan yang abstrak, yang terdapat di belakang perilaku yang dapat diamati daripada perilaku itu sendiri.
          Didalam semua kebudayaan terdapat sejumlah karakteristik tertentu yang menjadi milik bersama.Studi tentang karakteristik itu dapat memberi pengertian tentang sifat dan fungsi kebudayaan itu sendiri.Kebudayaan adalah milik bersama yang berupa cita-cita, nilai, dan norma-norma perilaku. Tidak mungkin ada kebudayaan tanpa ada masyarakat: yaitu sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu, yang saling bergantung satu sama lain dalam perjuangan hidup. Masyarakat terikat oleh hubungan-hubungan, yang ditentukan oleh struktur sosial dan organisasi sosial.Kebudayaan tidak mungkin tanpa masyarakat, meskipun mungkin ada masyarakat tanpa kebudayaan.Kebudayaan tidak semuanya serba seragam.Di dalam setiap masyarakat manusia pasti terdapat perbedaan antara peran pria dan wanita; juga variasi berdasarkan umur; dan terdapat juga kebudayaan yang memiliki sejumlah kebudayaan khusus. Kebudayaan khusus adalah suatu kelompok yang berfungsi didalam kerangka umum kebudayaan yang lebih besar, sambil menaati seperangkat peraturan yang sedikit berbeda dengan yang baku. Masyarakat majemuk adalah masyarakat dimana variasi kebudayaan khusus tampak dengan jelas. Karakteristiknya berupakelompok-kelompok yang masing-masing berjalan menurut perangkat peraturannya yang berbeda-beda.Kebudayaan khusus di Amerika Serikat dapat dilihat pada orang Amish.
Karakteristik dasar kedua dari semua kebudayaan adalah bahwa kebudayaan merupakan hasil belajar. Secara individual anggota masyarakat mempelajari norma-norma perilaku sosial yang diterima di dalam masyarakat melalui proses enkulturasi.
Karakteristik ketiga adalah bahwa kebudayaan didasarkan pada sejumlah lambang.Kebudayaan diteruskan melalui komunikasi gagasan, emosi, dan keinginan yang diekspresikan dalam bahasa.
Akhirnya, kebudayaan adalah terpadu, sehingga semua aspek kebudayaan berfungsi sebagai kesatuan yang integral.Akan tetapi, dalam kebudayaan yang berfungsi baik tidak dituntut harmoni seratus persen diantara semua unsurnya.
Tugas seorang ahli antropologi adalah mengabstraksikan seperangkat peraturan dari apa yang diamatinya untuk menerangkan perilaku sosial orang. Agar dapat membuat paparan yang realistis tentang kebudayaan, bebas dari prasangka pribadi dan prasangka budaya, ahli antropologi harus:
1.      Mempelajari pengertian anggota tentang bagaimana masyarakat seharusnya berjalan
2.      Menentukan bagaimana seseorang berperilaku menurut pendapatnya sendiri
3.      Memaparkan bagaimana perilaku orang secara nya
Dalam perjalanan evolusinya, adaptasi kultural telah memberi peluang kepada manusia untuk bertahan hidup dan memencar ke berbagai lingkungan. Akan tetapi, kadang-kadang apa yang adaptif dalam situasi keadaan yang satu, atau dalam jangka pendek tidak cocok dalam situasi keadaan yang lain, atau dalam jangkapanjang.
Agar lestari, kebudayaan harus memenuhi kebutuhan biologis yang pokok para anggotanya, memelihara kelangsungannya, dan memelihara tata tertib di antara para anggotanya dan di antara anggotanya dengan orang luar.
Semua kebudayaan berubah dalam perjalanan waktu, kadang-kadang sebagai akibat masuknya orang luar atau karena nilai-nilai di dalam kebudayaan telah mengalami modifikasi.Kadang-kadang akibat yang tidak terduga berupa digerogotinya seluruh struktur sosial.
Masyarakat harus menciptakan  keseimbangan antara kepentingan pribadi individu dan kebutuhan kelompok. Kalau salah satu menjadi dominan, akibatnya mungkin berupa hancurnya kebudayaan.

 

Studi Kasus:
Media dan Budaya Kekerasan


https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQOiAKjVllIV6A0LZ0VMLz3BKYmKLE8h_8YfkxljMAklZZf2Y3T6g
Dalam studi yang dilakukan terhadap televisi di Amerika, Carter dan Weaver (2003) memberikan empat karakteristik kekerasan yang terjadi di media. Pertama, unpunished violence atau kekerasan yang tidak mendapatkan ganjaran.Hasil studi yang dilakukan Carter dan Weaver yang dipublikasikan dalam “Violence and Media” ditemukan bahwa sepertiga program televisi di Amerika menayangkan visualisasi kekerasan yang tanpa hukuman jelas atau baru terjadi di akhir acara.
Kedua, painless violence.Kategori ini menunjukkan bahwa media dalam berbagai kesempatan sering kali tidak menunjukkan bahwa seseorang adalah korban dari tindak kekerasan.Film laga menjadi contoh mudah untuk menunjukkan hal tersebut.Lihatlah bagaimana sebuah acara gulat produk Amerika yang pernah ditayangkan oleh televisi swasta di Indonesia. Acara tersebut langsung maupun tidak menunjukkan bahwa kekerasan akan mendapatkan sambutan penonton yang luar biasa. Jika pegulat mampu menjatuhkan atau menyakiti pegulat lain dengan bebagai ciri khas pegulat masing-masing, maka semakin riuhlah teriakan gembira dari penonton.
Ketiga, happy violence  atau kekerasan yang menyenangkan dan bisa menjadi bahan kelucuan. Carter dan Weaver menemukan jenis kekerasan ini banyak terdapat dalam film-film kartun yang dikonsumsi oleh anak-anak. Kartun selalu bisa membuat anak-anak tertawa dan malah menghibur dengan berbagai kekerasan yang terjadi di dalamnya
Keempat, heroic violence atau kekerasan yang heroik. Bayangkan, dalam setiap film laga sang tokoh utama selalu orang yang tidak pernah merasa kesakitan meski sudah jatuh ke jurang, melompat dari lantai hotel, atau bahkan tubuhnya sudah terkena peluru.  Carter dan Weaver bahkan menenggarai ada sekitar 40 persen dari seluruh tayangan kekerasan yang ada di televisi Amerika mewacanakan bahwa kekerasan merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah. Bahwa seorang pahlawan atau “good guy” selalu dibenarkan untuk menggunakan berbagai bentuk kekerasan ketika menumpas kejahatan.

Pembahasan (Tanggapan)
Saya yakin bahwa kekerasan tidak semata-mata didominasi oleh televisi.Media tradisional lainnya seperti buku, komik, radio, bahkan internet sekalipun bisa menjadi sumber dari gambaran kekerasan.Namun, tetap saja efek dari terpaan medialah yang menjadi wacana yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri kekerasan.
Kekerasan bisa terjadi ke siapa saja, tidak hanya anak-anak tetapi orang dewasa pun bisa melakukan kekerasan.Biasa nyaorang dewasa melakukan kekerasan karena dasar emosi yang tidak stabil yang memiliki sifat seperti anak-anak yang suka tawuran. Dari saling mengejek itu lah yang akan menimbulkan kekerasan yang berakibat fatal seperti merusak segala nya, bahkan tidak heran akan menimbulkan kematian. Kita bisa mengatakan bahwa media bukanlah satu-satunya pula yang harus bertanggung jawab terhadap kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat.Kita juga bisa mengatakan bahwa masyarakat perlu melek media agar bisa selektif dalam memilih program atau berita yang tepat dikonsumsi.Orang tua perlu juga untuk lebih dewasa dan selektif dalam pembolehan tontonan kepada anak-anak mereka.

DAFTAR PUSTAKA