Kamis, 29 Oktober 2015

Sejarah dan Definisi Psikologi Manajemen: Komunikasi, Mempengaruhi Perilaku, dan Kekuasaan

Pada awalnya psikologi manajemen merupakan dua bidang ilmu yang terpisah, yaitu psikologi dan manajemen. Untuk menjamin kesuksesan suatu organisasi diperlukan pemahaman yang baik terhadap teori manajemen guna mendorong efektivitas dan efisiensi kerja atau profesionalisme manajemen. Perkembangan awal teori manajemen adalah tokoh Robert Owen dan Charles Babbage. Awalnya konsep manajemen digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, kemudian timbul pemikiran bahwa akal manusia dapat memenuhi kebutuhan itu secara lebih efektif lagi, setelah itu dibutuhkan modal untuk mendanai alat yang akan membantu dalam meningkatkan efektifitas.

Robert Owen (1771-1858) sebagai manajer pabrik di New Lanark, Skotlandia memberikan pemikiran bahwa unsur manusia penting dalam suatu produksi. Sehingga memperbaiki kondisi kerja yang meliputi hari kerja standar, usia kerja, perumahan karyawan, dan mengoperasikan toko perusahaan dengan harga jual barang yang murah.

Charles Babbage (1782-1871) menganjurkan prinsip pembagian kerja melalui alat hitung (kalkulator) mekanis pertama, mengembangkan program permainan untuk komputer, pembagian keuntungan, kerjasama yang menguntungkan dalam manajemen.

Teori organisasi klasik memberikan pemikiran untuk pedoman pengelolaan organisasi. Setelah itu hubungan manusiawi melengkapi teori organisasi klasik dari pandangan sosiologi dan psikologi. Sejak zaman revolusi industri tiga modal kerja yang utama adalah Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan Sumber Daya Uang (SDU), dan ilmu manajemen berkisar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja tersebut. Dengan di temukan dan dikembangkannya ilmu psikologi diketahui bahwa unsur Sumber Daya Manusia ternyata merupakan yang terpenting, yang mampu mengintervensi atau mengolah berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

Manajemen ilmiah lebih memikirkan cara untuk meningkatkan produktivitas dari pabrik dan pekerja. Aliran manajemen modern mempermudah manajer dalam melaksanakan manajemen melalui pendekatan perilaku organisasi dan riset operasi.

Menurut Ricky W. Griffin (2002) mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

KOMUNIKASI

Secara harafiah, komunikasi berasal dari Bahasa Latin: COMMUNIS yang berarti keadaan yang biasa, membagi. Dengan kata lain, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami. Data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan).
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerima, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang bersifat fakta yang digunakan untuk mengambil kesimpulan. Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan bagaimana pentingnya sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala kemungkinan kesalahpahaman yang bisa saja terjadi.
Berikut ini adalah definisi komunikasi menurut Sarwono, Sarlito  Wirawan (1995). serta penjelasan mengenai komunikasi menurut beberapa ahli lainnya:
1. Palo Alto
Ketika dua orang sedang bersama, mereka berkomunikasi secara terus menerus karena mereka tidak dapat berperilaku. Palo Alto sangat percaya bahwa seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi.
2. Himstreet & Baty
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
3. Bovee
Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan.
4. Lasweel
Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakn apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.
5. Carl I. Hovland
Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain.


MEMPENGARUHI PERILAKU

Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku manusia
1. Sikap, adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku tertentu.
2. Norma sosial, adalah pengaruh tekanan sosial.
3.Kontrol perilaku pribadi, adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku.

Sedangkan menurut Green (2003) faktor perilaku dibentuk oleh tiga faktor utama yaitu :
  • Faktor predisposisi (predisposing factors), yaitu faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang antara lain pengetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan, nilai-nilai dan tradisi.
  • Faktor pemungkin (enabling factors), yaitu faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan antara lain umur, status sosial ekonomi, pendidikan, prasarana dan sarana serta sumber daya.
  • Faktor pendorong atau penguat (reinforcing factors), faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku misalnya dengan adanya contoh dari para tokoh masyarakat yang menjadi panutan.
Menurut Della Warsinah (2008) terdapat tahapan-tahapan dari individu yang bisa mempengaruhi faktor perilaku
Pada tahap pertama, bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku adalah pengetahuan (knowledge). Dengan sendirinya, pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Komponen kognitif merupakan representasi yang dipercaya oleh individu. Komponen kognitif berisi persepsi dan kepercayaan yang dimiliki individu mengenai sesuatu kepercayaan datang dari yang telah dilihat, kemudian terbentuk suatu ide atau gagasan mengenai sifat atau karakteristik umum suatu objek.
Tahap kedua adalah tahap memahami (comprehension), merupakan tahap memahami suatu objek bukan sekedar tahu atau dapat menyebutkan, tetapi juga dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek.
Tahap selanjutnya, tahap ketiga, tahap aplikasi (application), yaitu jika orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat mengaplikasikan prinsip yang diketahui pada situasi yang lain.
Sedangkan tahap ke empat merupakan tahap analisis (analysis), merupakan kemampuan seseorang menjabarkan dan atau memisahkan. Indikasi bahwa pengetahuan seseorang sudah sampai pada tingkat analisis jika dapat membedakan, memisahkan, mengelompokkan, membuat diagram pada pengetahuan atas objek tersebut.
Tahap ke lima adalah sintesis (synthesis). Tahap ini menunjukkan kemampuan seseorang untuk merangkum suatu hubungan logis dari komponen ­komponen pengetahuan yang dimiliki. Sintesis merupakan kemampuan untuk menyusun formulasi baru. Sedangkan tahap terakhir, berupa tahap evaluasi (evaluation). Tahap ini  berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan penilaian terhadap suatu objek.
KEKUASAAN

Menurut Joko Santoso (2006), dalam negara otoritarian, kekuasaan lebih terasa dari sisi “kelam” nya, karena kekuasaan adalah alat untuk “memaksa orang lain agar mengikuti kehendak pemegang kekuasaan”. Tujuan kekuasaan adalah mempertahankan kekuasaan itu sendiri. Dalam negara demokratis, kekuasaan adalah amanah dari rakyat yang diberikan kepada sejumlah orang terpilih untuk mengurus rakyat dengan sebaik-baiknya, melindunginya, dan meningkatkan taraf hidupnya.

Menurut Tilaar (2005) proses melaksanakan kekuasaan berarti proses menguasai. Artinya, ada yang melaksanakan kuasa (penguasa) dan ada yang dikuasai atau menjadi objek penguasa. Disini terjadi hubungan subordinatif antara penguasa dan yang di kuasai. Dengan demikian dapat terjadi perampasan kebebasan individu atau mengikat kebebasan individu kepada suatu otoritas atau sumber kekuasaan di luar dirinya sendiri.
Jenis kekuasaan
1. kekuasaan yang transformasi
2. kekuasaan yang berfungsi sebagai transmitif

Didalam proses kekuasaan sebagai transmitif terjadi proses transmisi yang diinginkan oleh subjek yang memegang kekuasaan terhadap subjek yang terkena kekuasaan itu sendiri. Dengan demikian yang terjadi dalam roses pelaksanaan kekuasaan adalahsuatu aksi dari subjek yang bersifat robotic karena sekedar menerima atau di tuangkan sesuatu ke dalam bejana subjek yang bersangkutan.

Berhubungan erat dengan masalah kekuasaan ialah pengaruh sehingga sering dikatakan bahwa pengaruh bentuk lunak dari kekuasaan. Dalam hal ini biasanya seseorang yang mempunyai kekuasaan juga mempunyai pengaruh di luar bidang kekuasaannya.



Daftar Pustaka

Budiharsono.(2001).Politik komunikasi.Jakarta:Grasindo
Gren.(2003).Perilaku Manusia dan Faktor.Jakarta:Gramedia.
Griffin, R.(2002).Sumber Daya Manajemen.Jakarta:Gramedia
Notoadmojo,S.(1993). Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan
Culural.Yogyakarta:PT Andi Offset
Santoso, Joko.(2006).Jalan Tikus Menuju Kekuasaan.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama
Sarwono, Sarlito Wirawan.(1995).Komunikasi Menurut Pakar.Jakarta:Grasindo

Tilaar.(2005).Kekuasaan dan Pendidikan: suatu tinjauan dari perspektif studi.Jakarta:Gramedia


Warsinah, D.(2008).Tahapan Faktor Perilaku.Jakarta:Leksika