NAMA: Puja Barisman Putro
NPM: 16513941
KELAS: 4PA05
Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu systema dan dari bahasa
Yunani yaitu sustema. Sistem adalah suatu kesatuan yang
terdiri dari kompoen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan
aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk
menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, dimana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan yang
berada dalam suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak. Sebagai contoh,
misalnya negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan
lain seperti provinsi yang membentuk suatu negara.
Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian dari sistem
tersebut. Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur
yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur – unsur tersebut
dengan lingkungan. Ada juga Anatol Raporot yang mendefinisikan arti dari sistem
itu. Menurut beliau, sistem merupakan suatu kumpulan kesatuan dan perangkat
hubungan satu sama lain.L.Ackof, menyebutkan bahwa sistem adalah setiap
kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian – bagian dalam
keadaan saling tergantung satu sama lain.
Karakteristik Sistem Menurut Para Ahli
Karakteristik sistem menurut Andi Kristanto (2003)
a. Batasan (boundary)
adalah penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang yang termasuk di
dalam sistem dan mana yang di luar sistem.
b. Lingkungan (environment)
adalah segala sesutau di luar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi,
kendala, dan input terhadap suatu sistem.
c. Masukan (input)
adalah sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang
dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
d. Keluaran (output)
adalah sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layer computer,
barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu
sistem.
e. Komponen (component)
adalah kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan
input menjadi bentuk setengah jadi (output).
f. Penghubung (interface)
adalah tempat dimana komponen atau sistem dan lingkuhngannya bertemu atau
berinteraksi.
g. Penyimpanan (storage)
adalah area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap
dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya.
Adapun karakteristik sistem menurut Fatta (2007) untuk memahami
atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan unsur-unsur dari sistem
yang membentuknya. Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan
suatu sistem dengan lainnya:
a) Memiliki komponen (component).
Kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi
bentuk setengah jadi (output). Komponen bisa berupa subsistem dari
sebuah sistem.
b) Memiliki Batasan (boundary).
Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk di dalam sistem
dan mana yang di luar sistem
c) Lingkungan (environment).
Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala dan
input terhadap suatu sistem.
d) Penghubung (interface).
Tempat di mana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi
e) Masukan (input). Sumber daya
(data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan
dimanipulasi oleh suatu sistem.
f) Keluaran (outpu).
Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, dan tampilan) yang
disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem
g) Pengolahan sistem (process).
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan
menjadi keluaran
h) Sasaran atau tujuan. Tujuan yang
ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran
atau tujuan.
- Elemen-elemen sistem.
- Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem menurut Hall,J.A (2007) yaitu :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin
banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa
tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan
antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam
sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa
hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh
masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud
adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi
dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa
informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna,
misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat
berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan
pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem
informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan
sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem
dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang
lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan
permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong
dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana
dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi
sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke
publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan
menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini
digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah
untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem.
Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan
atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja
harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi
sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan
memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
Model sistem informasi psikologi
Model sistem informasi psikologi dapat mengaplikasikan dengan
computer, seperti Sistem informasi psikologi tes IQ. Tes IQ atau kemampuan
adalah serangkaian tes yang harus diselesaikan dalam batas waktu tertentu atau
lebih dikenal dengan istilah time limit test, yakni sederetan soal yang
relative mudah, tetapi diberikan dalam waktu terbatas dan mampu menyelesaikan
jawaban yang benar sebanyak mungkin
![]() |
Tujuan tes IQ adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat
intelegensi seseorang dalam menjawab beberapa pertanyaan.
Mekanisme control tes IQ dengan mengatur atau mengarahkan agar
system dapat berjalan dengan semestinya.
Input tes IQ adalah pertanyaan-pertanyaan tes IQ yang sudah di
jawab dan menjadi sebuah informasi.
Proses tes IQ , informasi itu akan di olah untuk dijadikan sebuah
hasil dari serangkaian pertanyaan tes IQ.
Output tes IQ, hasil akhir dari sebuah informasi yang sudah di
proses dan akan menjadi sebuah skor IQ.
DAFTAR PUSTAKA
Fatta, H. A (2007). Analisis dan perancangan sistem
informasi. Jakarta: Andi Offset
Hall. J.A. (2007). Sistem informasi akuntasi. Jakarta:
Salemba Empat
Kristanto, Andi (2003). Perancangan sistem dan aplikasinya.
Jogjakarya: Gava Media.
