LOGOTHERAPY
Dalam bagian pertama buku “Man's Seach for Meaning” (Frankl,
1963), mengisahkan penderitaan Frankl selama menjadi tawanan Yahudi di
Auschwitz dan beberapa kamp konsentrasi Nazi lainnya. Kehidupannya selama tiga
tahun di kamp konsentrasi adalah kehidupan yang mengerikan secara kejam. Setiap
hari ia menyaksikan tindakan-tindakan kejam, penyiksaan, penembakan, pembunuhan
masal di kamar gas atau eksekusi dengan aliran listrik. Pada saat yang sama, ia
juga melihat peristiwa-peristiwa yang sangat mengharukan; berkorban untuk
rekan,kesabaran yang luar biasa, dan daya hidup yang perkasa. Di samping para
tahanan yang berputus asa yang mengeluh, "mengapa
semua ini terjadi pada kita? ", mengapa
aku harus menanggung derita ini?", ada
juga para tahanan yang berpikir "apa
yang harus kulakukan dalam keadaan seperti ini?". Yang pertama umumnya
berakhir dengan kematian, dan yang kedua banyak yang lolos dari lubang jarum
kematian.
Menyaksikan yang tidak berhasil bertahan dan
siapa yang berhasil bertahan, Frankl menyimpulkan bahwa yang dikemukakan filsuf
Frederich Nietszche. “He who has a why to live for can bear with almost any how”
adalah benar.
Awal mula logotherapy di
perkenalkan oleh Victor Frankl seorang dokter ahli penyakit saraf dan jiwa (neuro-psikiater). Membandingkan
dirinya dengan psikiater besar Wina lainnya, Freud dan Adler, ia mengemukakan
bahwa Freud pada dasarnya merumuskan suatu keinginan akan kesenangan sebagai
akar dari semua motivasi manusia dan Adler sebagai keinginan akan kekuasaan.
Logoterapi berasal dari kata “logos” yang dalam bahasa
Yunani berarti makna (meaning) dan juga rohani (spirituality), sedangkan terapi adalah
penyembuhan atau pengobatan.
Logoterapi secara umum
dapat digambarkan sebagai corak psikologi/ psikiatri yang mengakui
adanya dimensi kerohanian pada manusia
di samping dimensi
ragawi dan kejiwaan,
serta beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat
untuk hidup bermakna (the will of meaning) merupakan motivasi utama manusia
guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningful life) yang didambakannya.
“Di antara mazhab Psikologi, Logoterapi dapat dikatakan
sebagai mazhab yg melihat manusia terdiri dari 3 unsur, yaitu Fisik, Psikis dan
Noogenic (spirit). Permasalahan kemanusiaan kerap terjadi akibat tidak
selarasnya ke3 unsur itu.”
Makna Hidup
Makna hidup adalah hal –
hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga dan diyakini
sebagai sesuatu yang benar serta dapat dijadikan tujuan hidupnya (Bastaman,
1995 : 1994) manusia bisa (berpeluang) menemukan makna hidup atau membuat
hidupnya bermakna sampai nafasnya yang terakhir.
Individu hanya bisa
menemukan makna dari hidupnya dengan merealisasikan tiga nilai yang ada yaitu :
a)
Nilai – nilai Daya Cipta atau Kreatif
Nilai- nilai kreatif
dalam wujud kongkritnya muncul berupa pelaksanaan aktivitas kerja menurut
Frankl (dalam Koeswara, 1992 : 63) setiap bentuk pekerjaan bisa mengantarkan
individu kepada hidup (kehidupan diri dan sesama) yang didekati secara kreatif
dan dijalankan sebagai tindakan komitmen pribadi yang berakar pada keberadaan
totalnya. Nilai kreatif yang direalisasikan dalam bentuk aktivitas kerja
menghasilkan sumbangan bagi masyarakat. Komunitas atau masyarakat pada
gilirannya mengantarkan individu pada penemuan makna.
b)
Nilai – nilai Pengalaman
Menurut Bastaman (1995 :
195) hal ini meliputi meyakini dan menghayati kebenaran, kebajikan, keindahan,
keadilan, keimanan dan nilai – nilai yang dianggap berharga.
c)
Nilai – nilai Sikap
Frankl menyebut nilai ke
tiga ini sebagai nilai yang paling tinggi, dengan merealisasikan nilai bersikap
ini berarti individu menunjukan keberanian dan kemuliaan menghadapi
penderitaanya. Frankl menekankan bahwa penderitaannya itu memiliki makna pada
dirinya ketika menderita karena sesuatu, individu bergerak kedalam menjauhi
sesuatu itu. membentuk suatu jarak diantara kepribadiannya dan sesuatu itu.
Penderitaan menurut Frankl memiliki makna ganda, membentuk karakter sekaligus
membentuk kekuatan dan ketahanan diri. Menurut Frankl, esensi suatu nilai
bersikap terletak pada cara yang dengannya seseorang secara ikhlas dan tawakal
menyerahkan dirinya pada suatu keadaan yang tidak bisa dihindarinya.
Frankl menyimpulkan
bahwa hidup bisa dibuat bermakna melalui 3 jalan :
a)
Melalui apa yang kita berikan kepada hidup (kerja kreatif)
b)
Melalui apa yang kita ambil dari hidup (menemui keindahan, kebenaran dan cinta)
c)
Melalui sikap yang kita berikan terhadap ketentuan atau nasib yang bisa kita
ubah
Makna hidup seperti yang
dikonsepkan Frankl (dalam Bastaman 1995 : 194 – 195) memiliki beberapa
karakteristik, diantarannya :
1) Makna hidup itu sifatnya unik dan personal, sehingga tidak dapat diberikan oleh
siapapun melainkan harus ditemukan sendiri
2) Makna hidup itu spesifik dan kongkrit, hanya dapat ditemukan dalam pengalaman
dan kehidupan nyata sehari – hari, serta tidak selalu harus dikaitkan dengan
tujuan idealistis maupun renungan filosofis.
3) Makna hidup memberikan pedoman dan arah terhadap kegiatan – kegiatan yang
dilakukan
4) Makna hidup diakui sebagai sesuatu yang bersifat mutlak, sempurna dan
paripurna.
Ada tiga asas utama logoterapi yang menjadi inti
dari terapi ini, yaitu:
1. Hidup itu memiliki makna (arti) dalam setiap
situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu
yang dirasakan penting,benar, berharga dan didambakan serta memberikan nilai
khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup.
2. Setiap manusia memiliki kebebasan – yang
hampir tidak terbatas – untuk menentukan sendiri makna hidupnya. Dari sini kita
dapat memilih makna atas setiap peristiwa yang terjadi dalam diri kita,apakah
itu makna positif atupun makna yang negatif. Makna positif inilah yang
dimaksud dengan hidup bermakna.
3. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk
mangambil sikap terhadap peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang
menimpa dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Contoh yang jelas adalah
seperti kisah Imam Ali diatas, ia jelas-jelas mendapatkan musibah yang tragis, tapi ia mampu memaknai apa yang terjadi secara
positif sehingga walaupun dalam keadaan yang seperti itu Imam tetap bahagia
Pandangan Logoterapi
terhadap Manusia
1. Menurut Frankl manusia merupakan kesatuan
utuh dimensi ragawi, kejiwaan dan spiritual. Unitas bio-psiko-spiritual.
2. Frankl menyatakan bahwa manusia memiliki
dimensi spiritual yang terintegrasi dengan dimensi ragawai dan kejiwaan. Perlu
dipahami bahwa sebutan “spirituality” dalam logoterapi tidak mengandung
konotasi keagamaan karena dimensi ini dimiliki manusia tanpa memandang ras, ideologi, agama dan keyakinannya. Oleh
karena itulah Frankl menggunakan istilah noetic sebagai padanan dari spirituality,
supaya tidak disalahpahami sebagai konsep agama
3. Dengan adanya dimensi noetic ini manusiamampu melakukan self- detachment,
yakni dengan sadar mengambil jarak terhadap dirinya serta mampu meninjau dan
menilai dirinya sendiri.
4. Manusia adalah makhluk yang terbuka terhadap
dunia luar serta senantiasa berinteraksi dengan sesama manusia dalam lingkungan
sosial- budaya serta mampu mengolah lingkungan fisik di sekitarnya
Ajaran Logoterapi
Ketiga asas itu tercakup dalam ajaran logoterapi
mengenai eksistensi manusia dan makna hidup sebagai berikut.
1. Dalam setiap keadaan, termasuk dalam
penderitaan sekalipun, kehidupan ini selalu mempunyai makna.
2. Kehendak untuk hidup bermakna merupakan
motivasi utama setiap orang
3. Dalam batas-batas tertentu manusia memiliki
kebebasan dan tanggung jawab pribadi untuk memilih, menentukan dan memenuhi
makna dan tujuan hidupnya.
4. Hidup
bermakna diperoleh dengan
jalan merealisasikan tiga
nilai kehidupan, yaitu nilai-nilai kreatif (creative values),
nilai-nilai penghayatan (eksperiental values) dan nilai-nilai bersikap (attitudinal
values).
Daftar Referensi
Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi : Psikologi untuk Menemukan Makna
Hidup dan Meraih
Hidup Bermakna. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Frankl, V.E. (2003). Logoterapi Terapi Psikologi Melalui
Pemaknaan Eksistensi. Terjemahan
oleh Ancok, Dj.
Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Koeswara, E. (1992). Logoterapi: Psikoterapi Victor Frankl. Yogyakarta: Kanisius.
Frankl, V.E.
(1963). Man's Seach for Meaning: An
Introduction to Logotherapy. Washington
Square Press, New York.
NAMA: Puja Barisman Putro
NPM: 16513941
Kelas: 3PA05