Senin, 04 April 2016

Logotherapy

LOGOTHERAPY

Dalam bagian pertama buku “Man's Seach for Meaning” (Frankl, 1963), mengisahkan penderitaan Frankl selama menjadi tawanan Yahudi di Auschwitz dan beberapa kamp konsentrasi Nazi lainnya. Kehidupannya selama tiga tahun di kamp konsentrasi adalah kehidupan yang mengerikan secara kejam. Setiap hari ia menyaksikan tindakan-tindakan kejam, penyiksaan, penembakan, pembunuhan masal di kamar gas atau eksekusi dengan aliran listrik. Pada saat yang sama, ia juga melihat peristiwa-peristiwa yang sangat mengharukan; berkorban untuk rekan,kesabaran yang luar biasa, dan daya hidup yang perkasa. Di samping para tahanan yang berputus asa yang mengeluh, "mengapa semua ini terjadi pada kita? ", mengapa aku harus menanggung derita ini?", ada juga para tahanan yang berpikir "apa yang harus kulakukan dalam keadaan seperti ini?". Yang pertama umumnya berakhir dengan kematian, dan yang kedua banyak yang lolos dari lubang jarum kematian.
Menyaksikan yang tidak berhasil bertahan dan siapa yang berhasil bertahan, Frankl menyimpulkan bahwa yang dikemukakan filsuf Frederich Nietszche. “He who has a why to live for can bear with almost any how” adalah benar.
Awal mula logotherapy di perkenalkan oleh Victor Frankl seorang dokter ahli penyakit saraf dan jiwa (neuro-psikiater). Membandingkan dirinya dengan psikiater besar Wina lainnya, Freud dan Adler, ia mengemukakan bahwa Freud pada dasarnya merumuskan suatu keinginan akan kesenangan sebagai akar dari semua motivasi manusia dan Adler sebagai keinginan akan kekuasaan.
Logoterapi berasal dari kata “logos” yang dalam bahasa Yunani berarti makna (meaning) dan juga rohani (spirituality), sedangkan terapi  adalah   penyembuhan  atau  pengobatan.   Logoterapi  secara  umum  dapat digambarkan sebagai corak psikologi/ psikiatri yang mengakui adanya dimensi kerohanian   pada   manusia   di   samping   dimensi   ragawi   dan   kejiwaan,   serta beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna (the will of meaning) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningful life) yang didambakannya.
“Di antara mazhab Psikologi, Logoterapi dapat dikatakan sebagai mazhab yg melihat manusia terdiri dari 3 unsur, yaitu Fisik, Psikis dan Noogenic (spirit). Permasalahan kemanusiaan kerap terjadi akibat tidak selarasnya ke3 unsur itu.”

Makna Hidup
Makna hidup adalah hal – hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga dan diyakini sebagai sesuatu yang benar serta dapat dijadikan tujuan hidupnya (Bastaman, 1995 : 1994) manusia bisa (berpeluang) menemukan makna hidup atau membuat hidupnya bermakna sampai nafasnya yang terakhir.
Individu hanya bisa menemukan makna dari hidupnya dengan merealisasikan tiga nilai yang ada yaitu :
a)      Nilai – nilai Daya Cipta atau Kreatif
Nilai- nilai kreatif dalam wujud kongkritnya muncul berupa pelaksanaan aktivitas kerja menurut Frankl (dalam Koeswara, 1992 : 63) setiap bentuk pekerjaan bisa mengantarkan individu kepada hidup (kehidupan diri dan sesama) yang didekati secara kreatif dan dijalankan sebagai tindakan komitmen pribadi yang berakar pada keberadaan totalnya. Nilai kreatif yang direalisasikan dalam bentuk aktivitas kerja menghasilkan sumbangan bagi masyarakat. Komunitas atau masyarakat pada gilirannya mengantarkan individu pada penemuan makna.
b)      Nilai – nilai Pengalaman
Menurut Bastaman (1995 : 195) hal ini meliputi meyakini dan menghayati kebenaran, kebajikan, keindahan, keadilan, keimanan dan nilai – nilai yang dianggap berharga.
c)      Nilai – nilai Sikap
Frankl menyebut nilai ke tiga ini sebagai nilai yang paling tinggi, dengan merealisasikan nilai bersikap ini berarti individu menunjukan keberanian dan kemuliaan menghadapi penderitaanya. Frankl menekankan bahwa penderitaannya itu memiliki makna pada dirinya ketika menderita karena sesuatu, individu bergerak kedalam menjauhi sesuatu itu. membentuk suatu jarak diantara kepribadiannya dan sesuatu itu. Penderitaan menurut Frankl memiliki makna ganda, membentuk karakter sekaligus membentuk kekuatan dan ketahanan diri. Menurut Frankl, esensi suatu nilai bersikap terletak pada cara yang dengannya seseorang secara ikhlas dan tawakal menyerahkan dirinya pada suatu keadaan yang tidak bisa dihindarinya.
Frankl menyimpulkan bahwa hidup bisa dibuat bermakna melalui 3 jalan :
a)      Melalui apa yang kita berikan kepada hidup (kerja kreatif)
b)      Melalui apa yang kita ambil dari hidup (menemui keindahan, kebenaran dan cinta)
c)      Melalui sikap yang kita berikan terhadap ketentuan atau nasib yang bisa kita ubah
Makna hidup seperti yang dikonsepkan Frankl (dalam Bastaman 1995 : 194 – 195) memiliki beberapa karakteristik, diantarannya :
1)  Makna hidup itu sifatnya unik dan personal, sehingga tidak dapat diberikan oleh siapapun melainkan harus ditemukan sendiri
2)    Makna hidup itu spesifik dan kongkrit, hanya dapat ditemukan dalam pengalaman dan kehidupan nyata sehari – hari, serta tidak selalu harus dikaitkan dengan tujuan idealistis maupun renungan filosofis.
3)    Makna hidup memberikan pedoman dan arah terhadap kegiatan – kegiatan yang dilakukan
4)    Makna hidup diakui sebagai sesuatu yang bersifat mutlak, sempurna dan paripurna.
Ada tiga asas utama logoterapi yang menjadi inti dari terapi ini, yaitu:
1. Hidup itu memiliki makna (arti) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasakan penting,benar, berharga dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup.
2. Setiap manusia memiliki kebebasan – yang hampir tidak terbatas – untuk menentukan sendiri makna hidupnya. Dari sini kita dapat memilih makna atas setiap peristiwa yang terjadi dalam diri kita,apakah itu makna positif atupun makna yang negatif. Makna positif inilah yang dimaksud  dengan hidup bermakna.
3. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk mangambil sikap terhadap peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang menimpa dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Contoh yang jelas adalah seperti kisah Imam Ali diatas, ia jelas-jelas mendapatkan musibah yang tragis, tapi ia mampu memaknai apa yang terjadi secara positif sehingga walaupun dalam keadaan yang seperti itu Imam tetap bahagia

Pandangan Logoterapi terhadap Manusia

1. Menurut Frankl manusia merupakan kesatuan utuh dimensi ragawi, kejiwaan dan spiritual. Unitas bio-psiko-spiritual.
2. Frankl menyatakan bahwa manusia memiliki dimensi spiritual yang terintegrasi dengan dimensi ragawai dan kejiwaan. Perlu dipahami bahwa sebutan “spirituality” dalam logoterapi tidak mengandung konotasi keagamaan karena dimensi ini dimiliki manusia tanpa memandang   ras, ideologi, agama dan keyakinannya. Oleh karena itulah Frankl menggunakan istilah noetic sebagai padanan dari spirituality, supaya tidak disalahpahami sebagai konsep agama
3. Dengan adanya dimensi noetic ini manusiamampu melakukan self- detachment, yakni dengan sadar mengambil jarak terhadap dirinya serta mampu meninjau dan menilai dirinya sendiri.

4. Manusia adalah makhluk yang terbuka terhadap dunia luar serta senantiasa berinteraksi dengan sesama manusia dalam lingkungan sosial- budaya serta mampu mengolah lingkungan fisik di sekitarnya

Ajaran Logoterapi
Ketiga asas itu tercakup dalam ajaran logoterapi mengenai eksistensi manusia dan makna hidup sebagai berikut.
1. Dalam setiap keadaan, termasuk dalam penderitaan sekalipun, kehidupan ini selalu mempunyai makna.
2. Kehendak untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama setiap orang
3. Dalam batas-batas tertentu manusia memiliki kebebasan dan tanggung jawab pribadi untuk memilih, menentukan dan memenuhi makna dan tujuan hidupnya.
4. Hidup   bermakna   diperoleh   dengan   jalan   merealisasikan   tiga   nilai kehidupan, yaitu nilai-nilai kreatif (creative values), nilai-nilai penghayatan (eksperiental values) dan nilai-nilai bersikap (attitudinal values).


Daftar Referensi
Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi : Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih
Hidup Bermakna. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Frankl, V.E. (2003). Logoterapi Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Terjemahan
oleh Ancok, Dj. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Koeswara, E. (1992). Logoterapi: Psikoterapi Victor Frankl. Yogyakarta: Kanisius.

Frankl, V.E. (1963). Man's Seach for Meaning: An Introduction to Logotherapy. Washington
Square Press, New York.



NAMA: Puja Barisman Putro
NPM: 16513941
Kelas: 3PA05