Nama: Puja Barisman Putro
Kelas: 1PA02
NPM: 16513941
Cinta Menurut Ajaran Agama dan Negara
Ø
Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakan
diri dalam berbagai bentuk kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri,
kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau
Allah dan Rasulnya,berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab
suci Al-Qur`an.
A. Cinta Diri
Cinta ini erat kaitannya
dengan dorongan menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup,
mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala
sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci
segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan
mengaktualisasikan diri, Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa
sakit, penyakit, dan mara bahaya.
Diantara
gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah
kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua
keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan
kemewahan hidup (QS, Al-Adiyat, 100:8). Diantara gejala lain yang menunjukkan
kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya uang terus
menerus agar dikaruniai harta, kesehatanm dan berbagai kebaikan dan hidup
lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan, ia merasa
putus asa dan mengira ia akan bias meperoleh karunia lagi (QS, Fushilat, 41:49).
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan
dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan
cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
B. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup
dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh
tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya
ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada
orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh
karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya
sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa
kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta
kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu
Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak
berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari
gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan
zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala
larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara
cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian
akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
C. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan
seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan
kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi
kelangsungan hidup keluarga.
Dorongan seksual melakukan fungsi penting, yaitu melahirkan
keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuknya
keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi
pun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang,
dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju. Islam mengakui dorongan seksual
dan tidak mengingkarinya. Jelas dengan sendirinya ia mengakui pula cinta
seksual yang mennyertai dorongan tersebut. Sebab ia merupakan emosi alamiah
dalam diri manusia yang diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Yang
diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini lewat pemenuhan
dorongan tersebut dengan cara yang sah, yaitu dengan perkawinan.
D. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan
anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang
menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat
bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya
dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam
cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari kesenangan
dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor
penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia
setelah meninggal dunia.
E. Cinta Kepada Allah
Kemesraan dapat menimbulkan daya
kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu
seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Puncak cinta
manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah
dan kerinduaanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja,
tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan
tindakannya ditunjukkan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya :
“Katakanlah : Jika
kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha pengampun lagi Maha penyanyang” (QS, Ali
Imran, 3:31).
Cinta yang ikhlas
seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong
yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukan semua bentuk kecintaan
lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada
sesame manusia, hewan, semua mahluk Allah dan seluruh alam semesta. Sebab dalam
pandagannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi
dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-lerinduan spiritualnya dan harapan
kalbunya.
Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu
manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk
komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti
, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Cinta kepada Rasul, yang diutus
Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua
setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi
manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai
Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala
kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa
kemanusiaan dari kekelaman, kesesatan menuju cahaya petunjuk.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra,
yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab
baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah
berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang
mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang
pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar
dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”. Pernyataan ini
dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan
Juliet”, bila di Indonesia kisah” Roro Mendut dan Prono Citro”
Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan
istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya,
cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini
mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit
yang dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan
adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu
tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah.
Cinta Menurut Agama Islam Memiliki
8 Pengertian:
1. Cinta "MAWADDAH" adalah jenis
cinta mengebu-gebu, membara dan "nggemesin". Orang yang memiliki
cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua,dan ga mau berpisah..
2. Cinta "RAHMAH" adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang,lembut, siap berkorban, dan siap melindungi.
3. Cinta "MAIL", adalah
jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh
perhatian hingga hal-hal lain kurang diperhatikan.
4. Cinta "SYAGHAF".
Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis
syaghaf (qad syaghafaha hubba)
bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yg
dilakukan.
5. Cinta "RA'FAH
yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega
membangunkannya untuk salat, dan membelanya meskipun salah.
6. Cinta
"SHOBWAH",
yaitu cinta buta, cinta yang mendorong
perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak.
7. Cinta "SYAUQ" (rindu).
Cinta jenis ini adalah ingin merasakan nikmatnya memandang wajah, dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengannya.
7. Cinta "SYAUQ" (rindu).
Cinta jenis ini adalah ingin merasakan nikmatnya memandang wajah, dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengannya.
8. Cinta
"KULFAH"
Yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran
mendidik kepada hal-hal yang positif, meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, wlau ada pembantu.
Ø Cinta
Kasih Menurut Negara
Cinta kasih menurut negara adalah jiwa raga dan semangat
kita di tuangkan atau ditujukan kepada negara kita. Tidak hanya melalui
peperangan ataupun pertempuran darah untuk kita dapat membuktikan kecintaan
kita terhadap negara kita. Tetapi kita dapat mebuktikan kecintaan kita kepada
negara dengan cara menunjukan ketertiban kita yaitu melaksanakan aturan- aturan
di negera kita di daerah manupun kita tinggal.
Di Indonesia, kita sebagai warga negara mempunyai hak dan
kewajiban yang telah di atur oleh Undang-Undang Dasar Negara 1945, di dalam UUD
tersebut kita mempunyai banyak kewajiban dan banyak hak kita sebagai warga
negera Republik Indonesia. Selain itu pula kita umumnya hanya melaksanakan hak
kita saja tetepi kita lupa melaksanakan kewajiban sebagai warga negara.
Contoh
hubungan yang baik sesama manusia menurut agama dan negara
yaitu saling menjalin hubungan
silaturahmi antar manusia, saling bekerja sama dalam kegiatan gotong royong,
menumbuhkan solidaritas antar manusia, dll
Tanggapan/
Pembahasan :
Menurut tanggapan saya, hubungan silaturahmi
antar manusia itu sangat penting. Karena bisa menambah ikatan atau hubungan
antar manusia dan juga bisa menambah persaudaraan sesama umat beragama. Selain
menjalin hubungan silaturahmi, ada juga hubungan yang berkaitan dengan agama.
Yaitu saling bekerja sama dalam kegiatan gotong royong.
Gotong royong bisa menumbuhkan rasa kekompakan
dalam berhubungan antar manusia khususnya di lingkungan rumah. Selain menambah
kekompakan, gotong royong juga bisa menciptakan lingkungan menjadi bersih dan
sehat.
Hubungan antara cinta kasih menurut agama
adalah cinta yang bersumber dari hati akan berdampak terhadap cinta kepada
siapapun. Dengan ada nya agama, kita sebagai manusia tidak akan lepas dari
ajaran-ajaran agama. Karena itu, agama dapat mengatur segala urusan di dunia
terutama tentang cinta. Kita tidak bisa sembarangan mencintai tanpa ada nya
dasar keimanan. Dengan keimanan yang kuat, akan memperteguhkan pendirian kita
sebagai umat beragama. Berbagai macam cinta terhadap sesama manusia tentunya
juga mempunyai batasan-batasan dalam mencintai atau menyayangi.
Selain cinta kasih menurut ajaran agama, ada
juga cinta kasih terhadap negara. Yaitu kita rela melakukan apa saja demi
kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan yang sudah kita genggam selama ini.
Dan tak lupa kita sebagai warga negara yang bijak dan taat kita harus melakukan
semua kewajiban kita. Kita pun harus menggunakan hak kita sewajarnya sebagai
warga negara Indonesia yang baik.
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar