Selasa, 08 Oktober 2013

Hakekat Manusia dan Kebudayaan

Nama: Puja Barisman Putro
NPM: 16513941
Tugas: Ilmu Budaya Dasar

Hakekat Manusia

Hakekat Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu.Tuhan menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing-masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia di berikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini.       Ilmu Pengertian hakikat manusia – Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan.Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Tuhan dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah.Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia.
Karena itu, kualitas, hakikat, fitrah, kesejatian manusia adalah baik, benar, dan indah. Tidak ada makhluk di dunia ini yang memiliki kualitas dan kesejatian semulia itu . Sungguhpun demikian, harus diakui bahwa kualitas dan hakekat baik benar dan indah itu selalu mengisyaratkan dilema-dilema dalam proses pencapaiannya
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
a.       Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c.       yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
d.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e.       Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
f.       Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
g.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

 Hakekat Manusia Sebagai Mahluk yang Bertanggung Jawab
Sesungguhnya hakekat manusia adalah mahluk yang bertanggung jawab atas tindakannya. Manusia diberi naluri. Naluri adalah semacam dorongan alamiah dari dalam diri manusia untuk memikirkan serta menyatakan suatu tindakan. Nah naluri ini tidak setiap waktu muncul yang baik nun kadang muncul naluri kejahatan, namun pada hakikatnya atas tindakan keaikan maupun kejahatan manusia memiliki tanggungjawab.

Hakekat Manusia Sebagai Mahluk yang Membutuhkan Tuhan
Sesuatu yang diciptakan pastilah ada yang mencipta, begitulah manusia, Manusia akan gersang ketika tidak kunjung menemukan sesuatu yang lebih tinggi darinya. Sesuatu yang menciptakan dirinya.

Sifat Hakekat Manusia
Sifat hakekat manusia adalah obyek studi filsafat, lebih spesifik lagi adalah tugas antropologi (filsafat antropologi) untuk mencari jawaban atas pertanyaan “apakah manusia itu”? Adapun pertanyaan tersebut antara lain berkenaan dengan :
(1).Asal usul keberadaan manusia, yang mempertanyakan apakah beradanya manusia di dunia ini hanya kebetulan saja sebagai hasil evolusi atau hasil ciptaan Tuhan?
(2). Struktur metafisik manusia, apakah yang esensial dari manusia itu badannya atau jiwanya  atau badan dan jiwa.
(3). berbagai karakteristik dan makna eksistensi manusia di dunia, antara lain berkenaan dengan individualitas, sosialitas.

Wujud Sifat Hakekat Manusia
Mengenai wujud sifat hakekat manusia (yang tidak dimiliki oleh hewan), akan dipaparkan oleh paham eksistensialisme dengan tujuan agar menjadi masukan dalam membenahi konsep pendidikan, yaitu:
a) Kemampuan Menyadari Diri
Berkat adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia, maka manusia menyadari bahwa dirinya (akunya) memiliki ciri khas atau karakteristik diri. Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku yang lain (ia,mereka) dan dengan no-aku (lingkungan fisik) di sekitarnya.
b) Kemampuan bereksistensi
Kemampuan bereksistensi adalah kemampuan menempatkan diri dan menerobos.Justru karena manusia memiliki kemampuan bereksistensi inilah maka pada manusia terdapat unsur kebebasan.
c) Kata hati (conscience of man)
Kata hati atau conscience of man juga sering disebut dengan istilah hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati, dan sebagainya. Conscience ialah “pengertian yang ikut serta” atau “pengertian yang mengikut perbuatan”.
d) Moral
Tampak bahwa masih ada jarak antara kata hati dengan moral.Artinya seseorang yang telah memiliki kata hati yang tajam belum otomatis perbuatannya merupakan realisasi dari kata hatinya itu.
e) Kewajiban dan hak
Pada dasarnya hak itu adalah sesuatu yang masih kosong.Artinya meskipun hak tentang sesuatu itu ada, belum tentu sesorang mengetahuinya (misalnya hak memperoleh perlindungan hukum). Pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban bertalian erat dengan soal keadilan.Dalam hubungan ini dapat dikatakan bahwa keadilan terwujud bila hak sejalan dengan kewajiban karena pemenuhan hak dan pelaksaaan kewajiban dibatasi oleh situasi kondisi, yang berarti tidak semua hak dapat terpenuhi dan tidak segenap kewajiban dapat sepenuhnya dilakukan.
Beberapa Definisi Manusia :
(1).Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
(2).Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature
(3).Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
(4).Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satunya makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
(5).Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan.
(6).Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya.
(7).Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai.Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul.
(8).Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia.
Definisi Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitandengan budi dan akal manusia. Definisi kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi system idea tau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
Tujuh kebudayaan universal:
1.      Sistem Religi
2.      Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3.      Sistem Pengetahuan
4.      System Mata Pencaharian Hidup dan Sistem-Sistem Ekonomi
5.      Sistem Teknologi dan Peralatan
6.      Bahasa
7.      Kesenian
Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya:
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2.      Kompleks aktivitas
3.      Wujud sebagai benda

Definisi penting yang pertama tentang kebudayaan diberikan oleh ahli antropologi Inggris Sir Edward B. Tylor dalam tahun 1871.Tylor mendefinisikan kebudayaan sebagai "kompleks keseluruhan, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat, dan semua kemampuan dan kebiasaan lain, yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat."Definisi-definisi yang baru cenderung lebih mementingkan nilai-nilai dan kepercayaan yang abstrak, yang terdapat di belakang perilaku yang dapat diamati daripada perilaku itu sendiri.
          Didalam semua kebudayaan terdapat sejumlah karakteristik tertentu yang menjadi milik bersama.Studi tentang karakteristik itu dapat memberi pengertian tentang sifat dan fungsi kebudayaan itu sendiri.Kebudayaan adalah milik bersama yang berupa cita-cita, nilai, dan norma-norma perilaku. Tidak mungkin ada kebudayaan tanpa ada masyarakat: yaitu sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu, yang saling bergantung satu sama lain dalam perjuangan hidup. Masyarakat terikat oleh hubungan-hubungan, yang ditentukan oleh struktur sosial dan organisasi sosial.Kebudayaan tidak mungkin tanpa masyarakat, meskipun mungkin ada masyarakat tanpa kebudayaan.Kebudayaan tidak semuanya serba seragam.Di dalam setiap masyarakat manusia pasti terdapat perbedaan antara peran pria dan wanita; juga variasi berdasarkan umur; dan terdapat juga kebudayaan yang memiliki sejumlah kebudayaan khusus. Kebudayaan khusus adalah suatu kelompok yang berfungsi didalam kerangka umum kebudayaan yang lebih besar, sambil menaati seperangkat peraturan yang sedikit berbeda dengan yang baku. Masyarakat majemuk adalah masyarakat dimana variasi kebudayaan khusus tampak dengan jelas. Karakteristiknya berupakelompok-kelompok yang masing-masing berjalan menurut perangkat peraturannya yang berbeda-beda.Kebudayaan khusus di Amerika Serikat dapat dilihat pada orang Amish.
Karakteristik dasar kedua dari semua kebudayaan adalah bahwa kebudayaan merupakan hasil belajar. Secara individual anggota masyarakat mempelajari norma-norma perilaku sosial yang diterima di dalam masyarakat melalui proses enkulturasi.
Karakteristik ketiga adalah bahwa kebudayaan didasarkan pada sejumlah lambang.Kebudayaan diteruskan melalui komunikasi gagasan, emosi, dan keinginan yang diekspresikan dalam bahasa.
Akhirnya, kebudayaan adalah terpadu, sehingga semua aspek kebudayaan berfungsi sebagai kesatuan yang integral.Akan tetapi, dalam kebudayaan yang berfungsi baik tidak dituntut harmoni seratus persen diantara semua unsurnya.
Tugas seorang ahli antropologi adalah mengabstraksikan seperangkat peraturan dari apa yang diamatinya untuk menerangkan perilaku sosial orang. Agar dapat membuat paparan yang realistis tentang kebudayaan, bebas dari prasangka pribadi dan prasangka budaya, ahli antropologi harus:
1.      Mempelajari pengertian anggota tentang bagaimana masyarakat seharusnya berjalan
2.      Menentukan bagaimana seseorang berperilaku menurut pendapatnya sendiri
3.      Memaparkan bagaimana perilaku orang secara nya
Dalam perjalanan evolusinya, adaptasi kultural telah memberi peluang kepada manusia untuk bertahan hidup dan memencar ke berbagai lingkungan. Akan tetapi, kadang-kadang apa yang adaptif dalam situasi keadaan yang satu, atau dalam jangka pendek tidak cocok dalam situasi keadaan yang lain, atau dalam jangkapanjang.
Agar lestari, kebudayaan harus memenuhi kebutuhan biologis yang pokok para anggotanya, memelihara kelangsungannya, dan memelihara tata tertib di antara para anggotanya dan di antara anggotanya dengan orang luar.
Semua kebudayaan berubah dalam perjalanan waktu, kadang-kadang sebagai akibat masuknya orang luar atau karena nilai-nilai di dalam kebudayaan telah mengalami modifikasi.Kadang-kadang akibat yang tidak terduga berupa digerogotinya seluruh struktur sosial.
Masyarakat harus menciptakan  keseimbangan antara kepentingan pribadi individu dan kebutuhan kelompok. Kalau salah satu menjadi dominan, akibatnya mungkin berupa hancurnya kebudayaan.

 

Studi Kasus:
Media dan Budaya Kekerasan


https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQOiAKjVllIV6A0LZ0VMLz3BKYmKLE8h_8YfkxljMAklZZf2Y3T6g
Dalam studi yang dilakukan terhadap televisi di Amerika, Carter dan Weaver (2003) memberikan empat karakteristik kekerasan yang terjadi di media. Pertama, unpunished violence atau kekerasan yang tidak mendapatkan ganjaran.Hasil studi yang dilakukan Carter dan Weaver yang dipublikasikan dalam “Violence and Media” ditemukan bahwa sepertiga program televisi di Amerika menayangkan visualisasi kekerasan yang tanpa hukuman jelas atau baru terjadi di akhir acara.
Kedua, painless violence.Kategori ini menunjukkan bahwa media dalam berbagai kesempatan sering kali tidak menunjukkan bahwa seseorang adalah korban dari tindak kekerasan.Film laga menjadi contoh mudah untuk menunjukkan hal tersebut.Lihatlah bagaimana sebuah acara gulat produk Amerika yang pernah ditayangkan oleh televisi swasta di Indonesia. Acara tersebut langsung maupun tidak menunjukkan bahwa kekerasan akan mendapatkan sambutan penonton yang luar biasa. Jika pegulat mampu menjatuhkan atau menyakiti pegulat lain dengan bebagai ciri khas pegulat masing-masing, maka semakin riuhlah teriakan gembira dari penonton.
Ketiga, happy violence  atau kekerasan yang menyenangkan dan bisa menjadi bahan kelucuan. Carter dan Weaver menemukan jenis kekerasan ini banyak terdapat dalam film-film kartun yang dikonsumsi oleh anak-anak. Kartun selalu bisa membuat anak-anak tertawa dan malah menghibur dengan berbagai kekerasan yang terjadi di dalamnya
Keempat, heroic violence atau kekerasan yang heroik. Bayangkan, dalam setiap film laga sang tokoh utama selalu orang yang tidak pernah merasa kesakitan meski sudah jatuh ke jurang, melompat dari lantai hotel, atau bahkan tubuhnya sudah terkena peluru.  Carter dan Weaver bahkan menenggarai ada sekitar 40 persen dari seluruh tayangan kekerasan yang ada di televisi Amerika mewacanakan bahwa kekerasan merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah. Bahwa seorang pahlawan atau “good guy” selalu dibenarkan untuk menggunakan berbagai bentuk kekerasan ketika menumpas kejahatan.

Pembahasan (Tanggapan)
Saya yakin bahwa kekerasan tidak semata-mata didominasi oleh televisi.Media tradisional lainnya seperti buku, komik, radio, bahkan internet sekalipun bisa menjadi sumber dari gambaran kekerasan.Namun, tetap saja efek dari terpaan medialah yang menjadi wacana yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri kekerasan.
Kekerasan bisa terjadi ke siapa saja, tidak hanya anak-anak tetapi orang dewasa pun bisa melakukan kekerasan.Biasa nyaorang dewasa melakukan kekerasan karena dasar emosi yang tidak stabil yang memiliki sifat seperti anak-anak yang suka tawuran. Dari saling mengejek itu lah yang akan menimbulkan kekerasan yang berakibat fatal seperti merusak segala nya, bahkan tidak heran akan menimbulkan kematian. Kita bisa mengatakan bahwa media bukanlah satu-satunya pula yang harus bertanggung jawab terhadap kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat.Kita juga bisa mengatakan bahwa masyarakat perlu melek media agar bisa selektif dalam memilih program atau berita yang tepat dikonsumsi.Orang tua perlu juga untuk lebih dewasa dan selektif dalam pembolehan tontonan kepada anak-anak mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar