Senin, 30 Maret 2015

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental dan Konsep Sehat


Nama: Puja Barisman Putro
Kelas: 2PA05
NPM: 16513941

Latar Belakang

Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang dapat berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Perilaku dan cara hidup manusia dapat merupakan penyebab bermacam-macam penyakit baik di zaman primitif maupun modern. Bila di tinjau dari segi biologis, penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia, sedangkan dari segi kemasyarakatan keadaan sakit dianggap sebagai penyimpangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. Penyimpangan tersebut dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia, tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu yang bersangkutan. Faktor emosional ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan atau kebudayaan.

Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan bergantung jenis penyakitnya. Secara umum konsepsi ini ditentukan oleh berbagai faktor antara lain yaitu parasit, faktor manusia dan lingkungan sekitar. Penyakit dapat dipandang sebagai suatu unsur dalam lingkungan manusia, yaitu seperti tampak pada ciri sel-sabit (sickle-cell). Di kalangan penduduk Afrika Barat, suatu perubahan evolusi yang adaptif yang memberikan imunitas relatif terhadap malaria. Ciri sel-sabit sama sekali bukan merupakan karakteristik yang diinginkan karena memberikan proteksi yang tinggi terhadap gigitan nyamuk Anopheles. Bagi sebagian masyarakat Dani di Papua, penyakit merupakan symbol sosial yang positif, yang diberi nilai-nilai tertentu.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental 

Tercatat dalam sejarah ilmu, khususnya di bidang kesehatan mental kita dapat memahami bahwa gangguan mental telah terjadi sejak awal peradaban manusia lahir dan sekaligus telah ada upaya untuk mengatasi nya sejalan dengan peradaban. Dengan pesat nya perkembangan kebudayaan, teknologi, dan ilmu pengetahuan mempengaruhi cara-cara manusia untuk mengatasi masalah non jasmaniah atau mental yang semakin lama tumbuh menjadi ilmu pengetahuan sendiri. Tentu saja manusia berusaha untuk menyembuhkan penyakit nya itu dengan cara rasional maupun irasional. Misalnya dengan meminta nasehat kepada orang tua, orang yang dituakan atau dianggap bijak. Dengan cara yang irasional yaitu dengan pergi ke dukun-dukun atau melakukan penyembuhan terhadap benda-benda yang dianggap keramat atau sakti.

Masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relative mudah di deteksi, hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa dan bukan gangguan.
Masa atau zaman prasejarah adalah masa dimana manusia purba sering sekali mengalami gangguan mental atau fisik seperti infeksi, arthritis, dll

Zaman peradaban awal
1. Phytagoras (orang yang pertama kali memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental).
2. Hypocrates (ia berpendapat penyakit atau gangguan otak adalah salah satu penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental sebagai gangguan moral, fisik)
4. dll

Zaman pra-ilmiah

Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana. orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini.
1.Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.

2.Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.

Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental.
Philippe Pinel terpilih menjadi kepala rumah sakit jiwa Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini pasiennya di rantai, di ikat ke tembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya diantara mereka banyak yang berhasil sembuh dan mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai diri nya sendiri.

Masa atau zaman ilmiah
Masa dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.

Pada tahun 1908 terbit sebuah buku yang sangat terkenal dengan judul “A Mind That Found It Self”. Buku tersebut dikarang oleh Clifford Whittingham Beers. Buku itu menceritakan pengalaman-pengalamannya saat dirawat dibeberapa rumah sakit. Ia mendapatkan perawatan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan pada pasien dengan gangguan jiwa, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya pemahaman mengenai kesehatan mental. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Perawatan yang tulus dan penuh kasih justru memberikan dampak yang positif bagi penderita gangguan jiwa. 
Dari pengalamannya yang tidak menyenangkan selama dirawat itulah, ia menyatakan bahwa keramah tamahan yang ditunjukkan kepadanya justru memberikan dampak penyembuhan yang besar bagi dirinya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Clifford Wittingham Beers memberikan beberapa saran dalam usaha pencegahan terjadinya gangguan mental dan perawatannya:
- Pembaruan dalam perawatan penderita
- Menyebarluaskan informasi untuk merubah sikap terhadap pasien gangguan jiwa supaya lebih tepat dan manusiawi serta agar orang mau bersikap lebih intelegent.
- Mendorong diadakannya penelitian terhadap sebab-sebab timbulnya penyakit dan perawatan terhadap sakit mental serta mengembangkan terapi penyembuhan.
- Mengembangkan usaha-usaha untuk mencegah gangguan mental dan gangguan-gangguan emosi.

William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Karena jasa nya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar ”Mental Hygiene” dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.

Gerakan mental Hygiene terus berkembang hingga tahun 1975 di Amerika yang terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation for Mental Health dan The World Health Organization.
Dewasa ini perhatian orang-orang terhadap kesehatan mental semakin besar. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya fasilitas kesehatan bagi para penderita gangguan mental, keluarga yang memiliki anggota keluarga yang memiliki gangguan mental pun sudah tidak merasa malu untuk membawa berobat, di masa lalu anggota keluarga yang mengalami gangguan mental dikucilkan bahkan ada pula yang dipasung.
Demikian pula disekolah tidak lepas dari pengaruh kesehatan mental. Para pendidik semakin menyadari perlunya pengetrapan prinsip-prinsip kesehatan mental untuk tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Justru sekolah yang mempunyai peranan besar dalam “membentuk” manusia-manusia yang sehat badan dan jiwanya.

Konsep Sehat
Keadaan berperilaku yang baik atau sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup beraktifitas dan berproduktif secara sosial dan ekonomis dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Seseorang harus peduli pada keadaan dirinya mulai dari pengetahuan kesehatannya.
Konsep sehat itu terdiri dari 5 dimensi yaitu fisik, emosi, social, spiritual, dan intelektual.
1. Kesehatan fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya tidak ada gangguan sehingga memungkinkan perkembangan psikologis dan social dapat melakukan kegiatan sehari-hari dalam kondisi yang baik atau optimal.
2. Kesehatan emosi adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami reaksi tubuh dalam menghadapi situasi tertentu.
3. Kesehatan social adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya, sehingga mampu untuk hidup bersama dengan masyarakat lingkungannya.
4. Kesehatan spiritual adalah suatu dimana seseorang memiliki kesadaran yang berkaitan dengan kemampuan, keinginan, dan intelegensi.
5. Kesehatan intelektual adalah suatu dimana seseorang mampu mengendalikan kecerdasannya untuk berfikir, berfikir baik maupun buruk.
Seseorang harus mengetahui bagaimana memelihara kesehatannya, seperti pengetahuan tentang penyakit menular, pengetahuan tentang faktor-faktor yang terkait kesehatan, dan apa saja yang memengaruhi kesehatan, pengetahuan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan pengetahuan untuk menghindari kecelakaan. Setiap orang juga diharapkan dapat memelihara kesehatan dan faktor-faktor lain yang terkait dalam kesehatan.
Sehat adalah kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya, sehat juga berhubungan dengan hukum alam yang mengatur tubuh, jiwa, dan lingkungan berupa udara segar, sinar matahari, diet seimbang, bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik. Meskipun terdapat banyak pengertian atau definisi, konsep sehat adalah tidak standart atau baku serta tiadak dapat diterima secara mutlak dan umum. Apa yang dianggap normal oleh seseorang tersebut masih mungkin di nilai abnormal oleh orang lain, dan masing-masing orang, kelompok, atau masyarakatpun memiliki patokan dalam mengartikan arti dari sehat tersebut.

Sumber Referensi
Brennan, James F. 2006. Sejarah dan Sistem Psikologi. Jakarta: PT.Raja Grafindo
Moeljono, Notosoerdirdjo. 2002. Kesehatan Mental: Konsep dan Penerapan.
Malang: Universitas Muhammadiyah Malang
Baihaqi, MIF. 2008. Psikologi Pertumbuhan, Kepribadian Sehat Untuk Mengembangkan Optimisme. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Siswanto. 2007. Kesehatan Mental. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
http://psikologi.or.id/psikologi-klinis/sejarah-perkembangan-mental.html
http://blog.sehatmedia.com/2014/03/definisi-sehat-komponen-definisi-sehat.html
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kesehatan/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar