Nama:
Puja Barisman Putro
NPM:
16513941
Kelas:
2PA05
Internet
Addiction Disorder (Kecanduan Intenet)
Di
zaman yang serba canggih di bidang teknologi, fenomena internet addiction atau
kecanduan internet identik sekali dengan yang nama nya game online. Ternyata tidak
hanya game online saja yang membuat seseorang kecanduan dalam mengakses
internet. Selain game online, penggunaan media sosial seperti facebook,
twitter, G+, dll membuat seseorang kecanduan juga.
Internet
Addiction Disorder (IAD) dapat menimbulkan penyakit jiwa. Penyakit tersebut dapat di sebut dengan
penyakit kecanduan internet atau di sebut dengan Discomgoogolation. Istilah Discomgoogolation
merupakan gabungan dari kata Discombobulate yang artinya frustasi atau bingung, dan kata
googolation diambil dari istilah googling atau mencari informasi lewat mesin pencari
Google.
Menurut para ahli, penyakit ini tergolong
penyakit kejiwaan. Penelitian menunjukkan bahwa otak remaja yang kecanduan
internet memiliki ‘materi putih’ abnormal. Materi putih adalah lapisan yang
memisahkan dan mengelilingi sel-sel saraf. Pada bagian ini bagian otak yang
berfungsi pengambilan keputusan.Orang yang terkena penyakit
tersebut akan merasa gelisah apabila tidak bisa terkoneksi dengan akses informasi cepat. Kecanduan pada
internet ini ternyata memiliki kecenderungan yang hampir menyerupai
obat-obatan. Biasanya orang yang mengalami Dogoogolation menunjukkan gejala seperti,
menarik diri dari kehidupan sosial. Mereka akan mudah marah, tegang dan depresi
ketika internet tidak dapat diakses.
Kecanduan
internet memang sudah terjadi sejak lama
yang biasa nya di alami oleh kalangan remaja atau dewasa. Tidak hanya kalangan
remaja atau dewasa yang terkena kecanduan internet, anak kecil pun dapat
terkena. Dengan berjalan nya waktu, fenomena internet addiction akan terus
bertambah yang membuat para pengguna tidak kenal waktu. Untuk mengatasi nya
memang sulit, perlu ada nya kesadaran diri bagaimana bisa mengontrol dalam
penggunaan internet.
Menurut dr. Diva Mariska Tarastin,
spKJ dampak yang bisa di timbulkan oleh orang-orang yang mengalami kecanduan terhadap
internet ini kurangnya bersosialisasi
terhadap lingkungan sekitarnya, terutama dalam lingkungan keluarga. “mereka
lebih fokus terhadap kehidupan mereka di dunia maya saja dan sering mengabaikan
orang-orang yang ada di sekitar mereka”, ungkap dokter yang bekerja sebagai
psikiater di rumah sakit jiwa ini.
Berikut
ini merupakan contoh fenomena dari internet addiction yang sedang merebak di
kalangan remaja maupun dewasa:
v Kecanduan
Game online
Sebuah
jurnal yang membahas tentang internet addiction menyebutkan bahwa game online
dapat menurunkan motivasi belajar siswa maupun mahasiswa. Seseorang psikolog
dari universitas cambridge mengatakan permainan game online memang sangat
menyenangkan. Apabila kita mengetahui bagaimana cara memainkannya, game online
memiliki kecenderungan yang akan bersifat kecanduan bagi pemainnya. Karena dari
segi permainan, game online memiliki banyak fitur yang menarik yang akan
mendorong anak-anak maupun orang dewasa tertarik untuk terus bermain game
online yang akhirnya lupa waktu. Berikut ini merupakan gejala-gejala dari
kecanduan game online:
1. Terus menerus memikirkan
tentang game online yang dimainkan.
Ketika kalian sudah
kecanduan, kalian akan terus-menerus memikirkan game online yang kalian mainkan
sekarang. Bila kalian melakukan ini tidak hanya di rumah, namun hingga di
sekolah ketika menerima pelajaran, bahkan ketika sedang jalan-jalan bersama
teman-teman, berarti kalian sudah memiliki gejala kecanduan game online.
Kecanduan yang seperti ini akan membuat kalian sulit fokus ketika menerima
pelajaran. Wah, bahaya kan?
2. Rela membolos demi
bermain game online
Wah,
kalau yang ini sudah parah nih kecanduan game onlinenya. Ketika kalian sudah
tidak perduli lagi dengan sekolah, kuliah, atau pekerjaan dan lebih memilih
untuk bermain game online di rumah atau di warnet, artinya kalian sudah
mengalami kecanduan yang parah terhadap game online.
3. Bermain tanpa kenal
waktu
Gejala
lain dari kecanduan game online adalah bermain game online secara eksesif atau
tanpa mengenal waktu. Seseorang yang sudah kecanduan terhadap game online bisa
duduk tanpa bergerak di depan monitor komputer untuk bermain game online hingga
lebih dari lima jam. Bila ia sudah tidak lagi terganggu dengan rasa lapar dan
haus, kecanduan yang dimiliki oleh orang tersebut sudah masuk dalam taraf membahayakan
jiwa.
4. Resah dan gelisah ketika
tidak bermain
Ini
dia gejala paling gampang untuk mengidentifikasi apakah seseorang mengalami
kecanduan game online. Ia akan menjadi resah dan gelisah apabila tidak bisa
bermain game online kesayangannya. Entah karena tidak punya uang untuk membayar
sewa warnet atau tidak diijinkan oleh orang tua, ia menjadi gelisah bahkan
cenderung gampang marah apabila tidak bisa bermain game online kesayangannya.
5. Kurang tidur
Tidak
jarang orang yang kecanduan game online wajahnya pucat, kusut, dan lesu karena
kurang tidur. Ia rela begadang di tiap malamnya untuk mengejar level atau
menjelajahi dungeon-dungeon yang ada di game online yang ia mainkan untuk
mendapatkan senjata atau armor paling sakti. Apabila kalian kurang tidur
tentunya kalian tidak akan bisa fokus di sekolah, kuliah atau pekerjaan bukan?
Selain gejala-gejala di atas, kebanyakan bermain game online bisa
mengganggu proses tumbuh kembang anak. Menurut penelitian yang pernah dipublikasikan
dalam jurnal Pediatric yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s
Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford
University School of Medicine (2009), berupa:
- Masalah sosialisasi
- Masalah sosialisasi
Berhubung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain
dengan mesin (bukan manusia), si praremaja bisa merasa canggung dan kurang
nyaman kala datang kesempatan untuk
bergaul dengan temannya.
- Masalah komunikasi
Kegiatan berkomunikasi bukan sebatas berbicara dan
mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi juga membaca ekspresi lawan bicara.
Anak yang kurang sering bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.
- Mengikis empati
- Mengikis empati
Seringkali anak menyukai
jenis game yang melibatkan kekerasan, seperti perang-perangan, martial art, dan
sebagainya. Efek samping dari memainkan jenis game ini adalah terpicunya
agresivitas anak dan
terkikisnya empati si kecil terhadap orang lain.
- Gangguan motorik
- Gangguan motorik
Tubuh yang kurang aktif bergerak akan mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan
motoriknya. Risikonya, anak bisa
terserang obesitas dan pertumbuhan tinggi badannya tidak maksimal.
- Gangguan kesehatan
- Gangguan kesehatan
Menatap layar video games secara konstan dalam waktu lama
bisa mencetus serangan sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, dan gangguan
penglihatan.
v Kecanduan Media Sosial
Kecanduan facebook merupakan
fenomena nyata yang mulai di lirik para
ilmuwan. Bukan sekadar karena banyak pengidapnya, tingkat kecanduannya pun bisa
di ukur dengan skala tertentu. Para ilmuwan punya cara tersendiri untuk
mengukurnya. Berdasarkan riset yang mendalam, para ilmuwan dari University of
Bergen (UiB) menciptakan instrumen standar pengukuran tingkat kecanduan
Facebook. Instrumen tersebut dinamakan The Bergen Facebook Addiction Scale,
sesuai nama kampus tempat penelitian itu dilakukan.The Bergen Facebook Addiction Scale terdiri dari 6 pernyataan yang berhubungan dengan pemakaian Facebook. Keenam pernyataan tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Gizmag, Jumat (30/8/2013).
1. Anda menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan Facebook dan merencanakan penggunaan Facebook
2. Anda merasa harus membuka Facebook, terus dan terus lagi
3. Anda memakai Facebook untuk melupakan masalah pribadi
4. Anda telah mencoba untuk mengurangi waktu Facebook-an tetapi tak pernah berhasil
5. Anda menjadi gelisah dan bermasalah jika dilarang buka Facebook
6. Anda menggunakan Facebook begitu sering hingga memberi pengaruh negatif pada pekerjaan.
Cara menggunakannya, seseorang yang diyakini kecanduan Facebook diminta untuk memberi skor antara 1-5 untuk masing-masing pernyataan, sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Skor (1) berarti sangat jarang, (2) jarang, (3) Kadang-kadang, (4) sering, dan (5) sangat sering.
Bila seseorang menjawab minimal 4 pernyataan dengan skor 4 ke atas, maka orang tersebut sudah bisa dikatakan kecanduan Facebook. Berdasarkan penelitian terhadap 423 pelajar, pengukuran ini dinilai akurat oleh para ilmuwan.
Bagi para ilmuwan, kecanduan Facebook merupakan bagian dari kecanduan internet. Mekanismenya di otak diyakini mirip seperti kondisi kecanduan atau ketergantungan yang lain seperti kecanduan alkohol, rokok dan obat-obat terlarang.
Sumber
referensi
Ridwan. 2012. Pengaruh Game Online Terhadap Siswa. Vol.5 No.1. Hal 473-479.
Gramedia: Jakarta
Ibrahim, Maulana. 2004. Internet Addiction. Volume 8 issue 2.
Page 154-155.
Gunung Agung: Tangerang
Azis, Pradityo. 2012. Gejala Kecanduan Game Online. Volume 7
No. 3. Halaman 698-700.
Leksika: Jakarta
Pratama,
Indra. 2004. Kecanduan Facebook.
Vol.2. Page 67-68. Gramedia: Jakarta
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar