Jumat, 31 Oktober 2014

#Pinternet Internet Addiction

Nama: Puja Barisman Putro
NPM: 16513941
Kelas: 2PA05

Internet Addiction Disorder (Kecanduan Intenet)

Di zaman yang serba canggih di bidang teknologi, fenomena internet addiction atau kecanduan internet identik sekali dengan yang nama nya game online. Ternyata tidak hanya game online saja yang membuat seseorang kecanduan dalam mengakses internet. Selain game online, penggunaan media sosial seperti facebook, twitter, G+, dll membuat seseorang kecanduan juga.
Internet Addiction Disorder (IAD) dapat menimbulkan penyakit jiwa.  Penyakit tersebut dapat di sebut dengan penyakit kecanduan internet atau di sebut dengan Discomgoogolation. Istilah Discomgoogolation merupakan gabungan dari kata Discombobulate yang artinya frustasi atau bingung, dan kata googolation diambil dari istilah googling atau mencari informasi lewat mesin pencari Google. 
Menurut para ahli, penyakit ini tergolong penyakit kejiwaan. Penelitian menunjukkan bahwa otak remaja yang kecanduan internet memiliki ‘materi putih’ abnormal. Materi putih adalah lapisan yang memisahkan dan mengelilingi sel-sel saraf. Pada bagian ini bagian otak yang berfungsi pengambilan keputusan.Orang yang terkena penyakit tersebut akan merasa gelisah apabila tidak bisa terkoneksi dengan akses informasi cepat. Kecanduan pada internet ini ternyata memiliki kecenderungan yang hampir menyerupai obat-obatan. Biasanya orang yang mengalami Dogoogolation menunjukkan gejala seperti, menarik diri dari kehidupan sosial. Mereka akan mudah marah, tegang dan depresi ketika internet tidak dapat diakses.


Kecanduan  internet memang sudah terjadi sejak lama yang biasa nya di alami oleh kalangan remaja atau dewasa. Tidak hanya kalangan remaja atau dewasa yang terkena kecanduan internet, anak kecil pun dapat terkena. Dengan berjalan nya waktu, fenomena internet addiction akan terus bertambah yang membuat para pengguna tidak kenal waktu. Untuk mengatasi nya memang sulit, perlu ada nya kesadaran diri bagaimana bisa mengontrol dalam penggunaan internet.
Menurut dr. Diva Mariska Tarastin, spKJ dampak yang bisa di timbulkan oleh orang-orang yang mengalami kecanduan terhadap internet ini  kurangnya bersosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya, terutama dalam lingkungan keluarga. “mereka lebih fokus terhadap kehidupan mereka di dunia maya saja dan sering mengabaikan orang-orang yang ada di sekitar mereka”, ungkap dokter yang bekerja sebagai psikiater di rumah sakit jiwa ini.
Berikut ini merupakan contoh fenomena dari internet addiction yang sedang merebak di kalangan remaja maupun dewasa:

v Kecanduan Game online

Sebuah jurnal yang membahas tentang internet addiction menyebutkan bahwa game online dapat menurunkan motivasi belajar siswa maupun mahasiswa. Seseorang psikolog dari universitas cambridge mengatakan permainan game online memang sangat menyenangkan. Apabila kita mengetahui bagaimana cara memainkannya, game online memiliki kecenderungan yang akan bersifat kecanduan bagi pemainnya. Karena dari segi permainan, game online memiliki banyak fitur yang menarik yang akan mendorong anak-anak maupun orang dewasa tertarik untuk terus bermain game online yang akhirnya lupa waktu. Berikut ini merupakan gejala-gejala dari kecanduan game online:
1. Terus menerus memikirkan tentang game online yang dimainkan.
Ketika kalian sudah kecanduan, kalian akan terus-menerus memikirkan game online yang kalian mainkan sekarang. Bila kalian melakukan ini tidak hanya di rumah, namun hingga di sekolah ketika menerima pelajaran, bahkan ketika sedang jalan-jalan bersama teman-teman, berarti kalian sudah memiliki gejala kecanduan game online. Kecanduan yang seperti ini akan membuat kalian sulit fokus ketika menerima pelajaran. Wah, bahaya kan?
2. Rela membolos demi bermain game online
Wah, kalau yang ini sudah parah nih kecanduan game onlinenya. Ketika kalian sudah tidak perduli lagi dengan sekolah, kuliah, atau pekerjaan dan lebih memilih untuk bermain game online di rumah atau di warnet, artinya kalian sudah mengalami kecanduan yang parah terhadap game online.
3. Bermain tanpa kenal waktu
Gejala lain dari kecanduan game online adalah bermain game online secara eksesif atau tanpa mengenal waktu. Seseorang yang sudah kecanduan terhadap game online bisa duduk tanpa bergerak di depan monitor komputer untuk bermain game online hingga lebih dari lima jam. Bila ia sudah tidak lagi terganggu dengan rasa lapar dan haus, kecanduan yang dimiliki oleh orang tersebut sudah masuk dalam taraf membahayakan jiwa.

4. Resah dan gelisah ketika tidak bermain
Ini dia gejala paling gampang untuk mengidentifikasi apakah seseorang mengalami kecanduan game online. Ia akan menjadi resah dan gelisah apabila tidak bisa bermain game online kesayangannya. Entah karena tidak punya uang untuk membayar sewa warnet atau tidak diijinkan oleh orang tua, ia menjadi gelisah bahkan cenderung gampang marah apabila tidak bisa bermain game online kesayangannya.
5. Kurang tidur
Tidak jarang orang yang kecanduan game online wajahnya pucat, kusut, dan lesu karena kurang tidur. Ia rela begadang di tiap malamnya untuk mengejar level atau menjelajahi dungeon-dungeon yang ada di game online yang ia mainkan untuk mendapatkan senjata atau armor paling sakti. Apabila kalian kurang tidur tentunya kalian tidak akan bisa fokus di sekolah, kuliah atau pekerjaan bukan?
Selain gejala-gejala di atas, kebanyakan bermain game online bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak. Menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatric yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), berupa:

- Masalah sosialisasi
Berhubung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin (bukan manusia), si praremaja bisa merasa canggung dan kurang nyaman kala datang  kesempatan untuk bergaul dengan temannya.

- Masalah komunikasi
Kegiatan berkomunikasi bukan sebatas berbicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi juga membaca ekspresi lawan bicara. Anak yang kurang sering bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.

- Mengikis empati
Seringkali anak menyukai jenis game yang melibatkan kekerasan, seperti perang-perangan, martial art, dan sebagainya. Efek samping dari memainkan jenis game ini adalah terpicunya agresivitas anak dan terkikisnya empati si kecil terhadap orang lain.

- Gangguan motorik
Tubuh yang kurang aktif bergerak akan mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan motoriknya. Risikonya, anak bisa terserang obesitas dan pertumbuhan tinggi badannya tidak maksimal.

- Gangguan kesehatan
Menatap layar video games secara konstan dalam waktu lama bisa mencetus serangan sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, dan gangguan penglihatan.

v Kecanduan Media Sosial

Kecanduan facebook merupakan fenomena nyata yang mulai di lirik  para ilmuwan. Bukan sekadar karena banyak pengidapnya, tingkat kecanduannya pun bisa di ukur dengan skala tertentu. Para ilmuwan punya cara tersendiri untuk mengukurnya. Berdasarkan riset yang mendalam, para ilmuwan dari University of Bergen (UiB) menciptakan instrumen standar pengukuran tingkat kecanduan Facebook. Instrumen tersebut dinamakan The Bergen Facebook Addiction Scale, sesuai nama kampus tempat penelitian itu dilakukan.
The Bergen Facebook Addiction Scale terdiri dari 6 pernyataan yang berhubungan dengan pemakaian Facebook. Keenam pernyataan tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Gizmag, Jumat (30/8/2013).

1. Anda menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan Facebook dan merencanakan penggunaan Facebook
2. Anda merasa harus membuka Facebook, terus dan terus lagi
3. Anda memakai Facebook untuk melupakan masalah pribadi
4. Anda telah mencoba untuk mengurangi waktu Facebook-an tetapi tak pernah berhasil
5. Anda menjadi gelisah dan bermasalah jika dilarang buka Facebook
6. Anda menggunakan Facebook begitu sering hingga memberi pengaruh negatif pada pekerjaan.


Cara menggunakannya, seseorang yang diyakini kecanduan Facebook diminta untuk memberi skor antara 1-5 untuk masing-masing pernyataan, sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Skor (1) berarti sangat jarang, (2) jarang, (3) Kadang-kadang, (4) sering, dan (5) sangat sering.


Bila seseorang menjawab minimal 4 pernyataan dengan skor 4 ke atas, maka orang tersebut sudah bisa dikatakan kecanduan Facebook. Berdasarkan penelitian terhadap 423 pelajar, pengukuran ini dinilai akurat oleh para ilmuwan.


Bagi para ilmuwan, kecanduan Facebook merupakan bagian dari kecanduan internet. Mekanismenya di otak diyakini mirip seperti kondisi kecanduan atau ketergantungan yang lain seperti kecanduan alkohol, rokok dan obat-obat terlarang.




Sumber referensi


Ridwan. 2012. Pengaruh Game Online Terhadap Siswa. Vol.5 No.1. Hal 473-479.
Gramedia: Jakarta
Ibrahim, Maulana. 2004. Internet Addiction. Volume 8 issue 2. Page 154-155.
Gunung Agung: Tangerang
Azis, Pradityo. 2012. Gejala Kecanduan Game Online. Volume 7 No. 3. Halaman 698-700.
Leksika: Jakarta
Pratama, Indra. 2004. Kecanduan Facebook. Vol.2. Page 67-68. Gramedia: Jakarta






Tidak ada komentar:

Posting Komentar