Nama: Puja Barisman Putro
Kelas: 2PA05
NPM: 16513941
1. Pengertian dan Sejarah Internet
Internet (Inter-Network)
adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs
akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Jaringan
yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet
melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda. Internet menyediakan akses untuk
layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang
tersebar di seluruh dunia. Internet dibentuk oleh jutaan komputer yang terhubung
bersama dari seluruh dunia, memberi jalan bagi informasi (mulai dari text,
gambar, audio, video, dan lainnya) untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama. Adapun layanan internet yang tersedia saat ini seperti
komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis),
sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher),
remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan
lainnya.
Menurut tim penelitian dan
pengembangan wahana komputer (2005, p4), internet adalah metode untuk
menghubungkan berbagai komputer ke dalam satu jaringan global, melalui protocol
yang disebut Transmission
Control Protocol (TCP/IP). Jaringan
yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang
digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas
dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan
(error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya.
Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer,
tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang
digunakan.
Sebuah sistem komputer yang
terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet
Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal.
Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang
berbasis protokol lainnya.
Secara sederhana menurut Harjono (2009:1):
Internet dapat diartikan kumpulan dari beberapa komputer,
bahkan jutaan komputer di seluruh dunia yang saling berhubungan atau terkoneksi
satu sama lainnya. Media yang digunakan bisa menggunakan kabel/ serat optic,
satelit atau melalui sambungan telepon.
Pendapat ini mengartikan bahwa internet merupakan media
komunikasi dan informasi modern yang dapat dimanfaatkan secara global oleh
pengguna diseluruh dunia dalam interkoneksi antar jaringan komputer yang
terbentuk melalui sarana berupa penyedia akses (provider) internet, sehingga internet
sebagai media informasi dapat menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk
melakukan pertukaran dan penyebaran informasi tanpa terhalang oleh jarak,
perbedaan waktu dan juga faktor geografis bagi seseorang yang ingin mengakses
informasi.
Menurut pakar internet Onno .W.
Purbo, “Internet dengan berbagai aplikasi nya seperti web, voip, email pada
dasarnya merupakan media yang digunakan untuk mengefesiensikan proses
komunikasi” (Prihatna, 2005, p7). Selain itu, internet merupakan
perpustakaan multimedia yang sangat lengkap, bahkan internet dipandang sebagai
dunia dalam bentuk lain (maya), dikatakan demikian karena hampir seluruh
informasi bidang ilmu pengetahuan disuguhkan internet, seperti bisnis, hiburan,
lembaga pemerintahan maupun swasta dari seluruh negara yang ada di dunia.
Khususnya untuk bidang pendidikan, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai
universitas/ institusi/ akademik, lembaga–lembaga pendidikan, museum, perpustakaan,
data bibilografi, seperti buku, jurnal, disertasi dan lain sebagainya.
Informasi mutakhir seperti surat
kabar disetiap negara untuk setiap harinya, serta seminar dan pertemuan ilmiah
sejenis yang sedang berlangsung dan yang akan diselenggarakan, kemudian yang
terpenting lagi adalah bahwa informasi di internet setiap hari bertambah terus
dengan jumlah yang sangat banyak dan informasi yang disediakan selalu up to date.
SEJARAH INTERNET
Jagad raya internet tercipta oleh
suatu ledakan tak terduga di tahun 1969, yaitu dengan lahirnya ARPANET,
suatu proyek eksperimen dari Kementrian Pertahanan Amerika Serikat bernama
DARPA (Departemen of Defense Advanced Research Projects Agency).
Misi awalnya sederhana, yaitu mencoba menggali teknologi jaringan yang
dapat menghubungkan para peneliti dengan berbagai sumber daya jauh seperti
sistem komputer dan pangkalan data yang besar.
Selain itu, ARPANET juga
dibangun dengan sasaran untuk membuat suatu jaringan komputer yang
tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang
dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara
ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang
melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran
lainnya. Dan pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang bergabung
dan membentuk jaringan. Di tahun 1972, Roy Tomlinson menyempurnakan
program e-mail yang diciptakan untuk APRAnet.
Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang
penting yang menunjukkan “at” atau “pada”.
Tahun 1973 APRAnet mulai berkembang
diluar AS dan komputer University
College di London adalah
merupakan komputer pertama yang bergabung pada jaringan APRAnet. Di tahun yang
sama dua orang ahli komputer Vinton Cerf dan Bob Khan mempresentasikan ide
mereka tentang internet di University Sussex. Setahun setelah
peristiwa keberhasilan Ratu Inggris mengirimkan e-mail, maka lebih dari 100
komputer bergabung di APRAnet membentuk sebuah jaringan atau network.
Tahun 1979, Tom Triscott, Jim
Ellis, dan Steve Bellovin menciptakan newsgroup pertama dengan nama USEnet. Tahun 1981, France
Telecom berhasil menciptakan telepon televisi pertama, dimana orang bisa saling
menelepon sambil berhubungan dengan video
link. Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan,
yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya
mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat
dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet,
tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja.
Sesudahnya, internet mulai
digunakan untuk kepentingan akademis dengan menghubungkan beberapa
perguruan tinggi, masing-masing UCLA, University of California at Santa
Barbara, University of Utah, dan Stanford Research Institute. Ini disusul
dengan dibukanya layanan Usenet dan Bitnet yang memungkinkan internet
diakses melalui sarana komputer pribadi (PC). Berikutnya, protokol standar TCP/IP
mulai diperkenalkan pada tahun 1982, disusul dengan penggunaan sistem DNS
(Domain Name Service) pada 1984.
Di tahun 1986 lahir National
Science Foundation Network (NSFNET),
yang menghubungkan para periset di seluruh negeri dengan 5 buah pusat super
komputer. Tahun 1988, Jarko Oikarinen yang berasal dari Finlandia
memperkenalkan IRC (Internet
Relay Chat). Setahun kemudian
tepatnya tahun 1987 tak kurang dari 100.000 komputer bergabung dan membentuk
jaringan. Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan
berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas dan
konsorsium-konsorsium riset. NSFNET kemudian mulai menggantikan ARPANET
sebagai jaringan riset utama di Amerika hingga pada bulan Maret 1990
ARPANET secara resmi dibubarkan.
Pada saat NSFNET dibangun, berbagai
jaringan internasional di dirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia,
negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang
segera bergabung kedalam jaringan ini.
Pada awalnya, internet hanya menawarkan
layanan berbasis teks, meliputi remote access, email/messaging, maupun diskusi
melalui newsgroup (Usenet). Layanan berbasis grafis seperti World Wide Web (WWW) saat itu masih belum ada,
yang ada hanyalah layanan yang disebut Gopher yang dalam beberapa hal
mirip seperti web yang kita kenal saat ini, kecuali sistem kerjanya yang
masih berbasis teks. Kemajuan berarti dicapai pada tahun 1990 ketika World Wide Web mulai dikembangkan oleh CERN
(Laboratorium Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proposal yang dibuat
oleh Tim Berners-Lee.
Pada tahun 1992 muncullah
istilah–istilah lainnya seperti surfing
the internet, virtual
shopping atau e-retail dan kemudian ditahun yang sama
didirikan juga yahoo dan Netscape
Navigator (Haris,
1996:1-2). Namun demikian, WWW browser yang pertama baru lahir dua
tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1992 dengan nama Viola. Viola
diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW. Tentu saja
web browser yang pertama ini masih sangat sederhana, tidak secanggih browser
modern yang kita gunakan saat ini. Terobosan berarti lainnya terjadi
pada 1993 ketika InterNIC didirikan untuk menjalankan layanan pendaftaran
domain. Bersamaan dengan itu, Gedung Putih (White House) mulai
online di Internet dan pemerintah Amerika Serikat meloloskan National Information Infrastructure
Act.
Penggunaan internet secara
komersial dimulai pada 1994 dipelopori oleh perusahaan Pizza Hut, dan
Internet Banking pertama kali diaplikasikan oleh First Virtual. Setahun
kemudian, Compuserve, America Online, dan Prodigy mulai memberikan layanan
akses ke Internet bagi masyarakat umum. Sementara itu, kita di Indonesia
baru bisa menikmati layanan Internet komersial pada sekitar tahun 1994.
Sutedjo (2002:52) memaparkan
sejarah masuknya internet di Indonesia, yaitu:
Di Indonesia, jaringan internet mulai dikembangkan pada
tahun 1983 di Universitas Indonesia, berupa UInet oleh Dr.Joseph F.P Luhukay
yang ketika itu baru saja menamatkan program dokter filosofi ilmu komputer di
Amerika Serikat. Jaringan itu dibangun selama empat tahun. Pada tahun yang
sama, Luhukay juga mulai mengembangkan University Network (UNInet) dilingkungan
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan yang merupakan jaringan komputer dengan
jangkauan yang lebih luas yang meliputi Universitas Indonesia, Institut
Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Institut
Teknologi Surabaya, Universitas Hasanuddin dan Ditjen Jaringan
internet telah menjadi pelopor terjadinya revolusi teknologi. Internet semakin
diminati oleh banyak kalangan baik perorangan maupun instansi–instansi
pemerintah ataupun swasta, termasuk diantaranya perpustakaan.
Menurut Prasetyo (2003:5), hal–hal
yang menyebabkan internet menjadi solusi praktis, sehingga diminati banyak
kalangan, antara lain:
1. Audien Global
Informasi yang dipublikasikan dalam internet, dengan segera
tersedia ke seluruh pengguna audien secara global. Hal inilah yang membuat
internet (www) menjadi media yang sangat efektif dari segi pembiayaan untuk
mempublikasikan informasi, kurang lebih mencapai hingga 190 negara di seluruh
penjuru dunia.
2. Operasi Non–Stop
Internet beroperasi non–stop selama 24 jam sehari, hal ini
menjadikannya sebagai mesin bisnis yang sangat efisien sekali, sehingga anda
tidak perlu lagi menunggu hingga sumber–sumber tersedia untuk menyelenggarakan
bisnis anda, karena setiap saat anda dapat menggunakannya.
3. Murah
Internet relatif lebih murah dibandingkan media lainnya
hanya dengan biaya beberapa ratus ribu saja, anda dapat menampilkan informasi
ke seluruh pengguna internet di dunia. Jelas sekali kalau internet merupakan
media yang praktis dengan biaya yang terjangkau (murah).
Ketika informasi ditampilkan kedalam web, saat itu juga
siap dinikmati oleh jutaan pengguna yang lain. Misalnya dengan media www,
dimana hal ini sangat sulit dilakukan pada dunia nyata.
5. Alat Publikasi
Tidak terlalu berlebihan jika internet merupakan suatu alat
publikasi yang cukup andal. Sebagaimana diketahui, saat ini banyak sekali
aplikasi berbasis internet yang telah dikomersialkan dan mudah sekali
didapatkan.
Jaringan internet sangat memberikan
keuntungan yang bergam dimana dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk membantu
kegiatan berbagai aspek kehidupan. Keuntungan lain yang diberikan jaringan
internet, sehingga membuat internet diminati yaitu internet dapat digunakan
sebagai media konfrensi dimana sejumlah orang dapat melakukan diskusi tanpa
harus bertatap muka secara langsung satu dengan lainnya.
Sumber Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar