Nama : Puja
Barisman Putro
NPM : 16513941
Kelas : 1PA02
Tugas : Softskill Mat& Ilmu Alamiah Dasar
1.
Definisi Kearifan Lokal
2.
Beri 1 contoh yang ada di Indonesia
Jawab:
1.
Pengertian atau definisi kearifan lokal dilihat dari kamus Inggris Indonesia
terdiri dari 2 kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local berarti
setempat dan wisdom yang berarti
kebijaksanaan. Dengan kata lain, maka local wisdom dapat dipahami
sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat
(lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam
dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Dari sisi penafsiran
disepakati, makna dari kearifan lokal yakni, terbentuk sebagai keunggulan
budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan
lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus
dijadikan pegangan hidup.
Secara umum,
kearifan lokal dianggap pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai
strategi kehidupan yang berwujud aktifitas yang di lakukan oleh masyarakat
local dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Definisi kearifan
local secara bebas
dapat diartikan nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu
masyarakat. Hal ini berarti, untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu
wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang ada di dalam wilayah
tersebut. Nilai-nilai kearifan local ini sudah diajarkan secara turun temurun
oleh orang tua. Budaya gotong royong, saling menghormati merupakan contoh kecil
dari kearifan lokal. Secara
konseptual, kearifan lokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan
manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dan perilaku
yang melembaga secara tradisional.
Secara filosofis, kearifan lokal dapat
diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat lokal/pribumi (indigenous
knowledge systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik karena
hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di
sekeliling kehidupan mereka. Pengetahuan yang dikembangkan oleh para leluhur
dalam mensiasati lingkungan hidup sekitar mereka, menjadikan pengetahuan itu
sebagai bagian dari budaya dan memperkenalkan serta meneruskan itu dari
generasi ke generasi. Beberapa bentuk pengetahuan tradisional itu muncul lewat
cerita-cerita, legenda-legenda, nyanyian-nyanyian, ritual-ritual, dan juga
aturan atau hokum setempat.
Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal.
Selanjutnya Adanya gaya hidup yang konsumtif dapat mengikis norma-norma kearifan lokal di masyarakat. Untuk menghindari hal tersebut maka norma-norma yang sudah berlaku di suatu masyarakat yang sifatnya turun menurun dan berhubungan erat dengan kelestarian lingkungannya perlu dilestarikan yaitu kearifan lokal.
Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal.
Selanjutnya Adanya gaya hidup yang konsumtif dapat mengikis norma-norma kearifan lokal di masyarakat. Untuk menghindari hal tersebut maka norma-norma yang sudah berlaku di suatu masyarakat yang sifatnya turun menurun dan berhubungan erat dengan kelestarian lingkungannya perlu dilestarikan yaitu kearifan lokal.
Pengertian kearifan lokal
menurut para tokoh:
Ø
I Ketut Gobyah
Mengatakan
bahwa kearifan lokal (local genius) adalah kebenaran yang telah mentradisi atau
ajeg dalam suatu daerah. Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai—nilai
suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada. Kearifan lokal terbentuk sebagai
keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas.
Meskipun bernilai lokal, tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap
sangat universal.
Ø
Antariksa (2009)
Kearifan
lokal merupakan unsur bagian dari tradisi-budaya masyarakat suatu bangsa, yang
muncul menjadi bagian-bagian yang ditempatkan pada tatanan fisik bangunan
(arsitektur) dan kawasan (perkotaan) dalam geografi kenusantaraan sebuah
bangsa. Dari penjelasan itu dapat dilihat bahwa kearifan lokal merupakan
langkah penerapan dari tradisi yang diterjemahkan dalam artefak fisik. Hal
terpenting dari kearifan lokal adalah proses sebelum implementasi tradisi pada
artefak fisik, yaitu nilai-nilai dari alam untuk mengajak dan mengajarkan
tentang bagaimana ‘membaca’ potensi alam dan menuliskannya kembali sebagai
tradisi yang diterima secara universal oleh masyarakat, khususnya dalam
berarsitektur. Nilai tradisi untuk men selaraskan kehidupan manusia dengan cara
menghargai, memelihara dan melestarikan alam lingkungan. Hal ini dapat dilihat bahwa semakin
adanya penyempurnaan arti dan saling mendukung, yang intinya adalah memahami
bakat dan potensi alam tempatnya hidup; dan diwujudkannya sebagai tradisi.
Ø S.
Swarsi Geriya
Mengatakan bahwa secara
konseptual kearifan lokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan manusia
yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang
melembaga secara tradisional. Kearifan local adalah nilai yang dianggap baik
dan benar, sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama dan bahkan
melembaga.
Ø Keraf
(2002)
Menegaskan bahwa kearifan lokal
adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman atau wawasan serta adat
kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam
komunitas ekologis. Semua bentuk kearifan lokal ini dihayati, dipraktek kan,
diajarkan dan diwariskan dari generasi ke generasi sekaligus membentuk pola
perilaku manusia terhadap sesama manusia, alam maupun gaib.
Ø Francis Wahono
(2005)
Menjelaskan bahwa kearifan lokal adalah kepandaian dan strategi-strategi
pengelolaan alam semesta dalam menjaga keseimbangan ekologis yang sudah
berabad-abad teruji oleh berbagai bencana dan kendala serta keteledoran
manusia. Kearifan lokal tidak hanya berhenti pada etika, tetapi sampai pada
norma dan tindakan dan tingkah laku, sehingga kearifan lokal dapat menjadi
seperti religi yang memedomani manusia dalam bersikap dan bertindak, baik dalam
konteks kehidupan sehari-hari maupun menentukan peradaban manusia yang lebih
jauh.
Ø Direktur
Afri-Afya, Caroline Nyamai-Kisia
Kearifan
lokal adalah sumber pengetahuan yang diselenggarakan dinamis, berkembang dan
diteruskan oleh populasi tertentu yang terintegrasi dengan pemahaman mereka
terhadap alam dan budaya sekitarnya. Kearifan lokal adalah dasar untuk
pengambilan kebijakkan pada level lokal di bidang kesehatan, pertanian,
pendidikan, pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan masyarakat pedesaan. Dalam kearifan lokal, terkandung pula
kearifan budaya lokal. Kearifan budaya lokal sendiri adalah pengetahuan lokal
yang sudah sedemikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, dan budaya
serta diekspresikan dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang
lama.
Ø Putu
Oka Ngakan dalam Andi M. Akhmar dan Syarifudin (2007)
Kearifan lokal merupakan tata nilai
atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan
tempatnya hidup secara arif. Maka dari itu kearifan lokal tidaklah sama
pada tempat dan waktu yang berbeda dan suku yang berbeda. Perbedaan ini
disebabkan oleh tantangan alam dan kebutuhan hidupnya berbeda-beda, sehingga
pengalamannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memunculkan berbagai sistem
pengetahuan baik yang berhubungan dengan lingkungan maupun sosial.
2.
Contoh yang ada di Indonesia
1. Kasus di Kembangsongo,
Sebuah dusun di Kecamatan Jetis, Bantul Yogyakarta. Sekilas,
nama dusun ini tampak asing di telinga. Namun, beberapa tahun lalu, sekitar
tahun 1980-an, daerah ini cukup dikenal dengan batik nitiknya. Berbeda dengan
kebanyakan batik, motif dengan banyak titik yang membentuk berbagai macam pola
lebih sulit pembuatannya dibandingkan dengan batik lukis berupa goresan-goresan
gambar. Oleh karena itu, tidak setiap pembatik bisa
menorehkean motif nitik ini. Ini adalah salah satu contoh kearifan lokal yang
patut dibanggakan baik bagi daerahnya sendiri maupun dalam skala internasional.
2.
Daerah Banjar seperti
Baayun Maulid.
Contohnya pada cerpen ”Anak Ibu yang Kembali” karya Benny Arnas, di sana pandangan punya anak lelaki lebih baik daripada punya anak perempuan itu tidak dapat digolongkan dalam kearifan lokal karena toh memang tidak mampu menjawab pertanyaan zaman. Kini, di kota-kota besar, para orang tua lebih suka menginvestasikan hartanya untuk di masa tuanya nanti hidup leha-leha di rumah jompo elit tanpa memikirkan kehidupan anak-anaknya. Demikian pula dengan cerpen Hari Pasar karya Nenden Lilis yang bercerita tentang kehidupan seorang pedagang di sebuah pasar yang punya banyak anak dan harus berhutang sana-sini untuk kehidupannya sehari-hari termasuk untuk modal usahanya. Kehidupan semacam ini adalah gambaran yang nyata yang ada di sekitar kita, dan kearifan yang ada di sana adalah kearifan universal di mana meskipun miskin, tetapi pasangan orang tua di dalam cerpen itu mati-matian menyuruh anak-anaknya tetap sekolah.
Contohnya pada cerpen ”Anak Ibu yang Kembali” karya Benny Arnas, di sana pandangan punya anak lelaki lebih baik daripada punya anak perempuan itu tidak dapat digolongkan dalam kearifan lokal karena toh memang tidak mampu menjawab pertanyaan zaman. Kini, di kota-kota besar, para orang tua lebih suka menginvestasikan hartanya untuk di masa tuanya nanti hidup leha-leha di rumah jompo elit tanpa memikirkan kehidupan anak-anaknya. Demikian pula dengan cerpen Hari Pasar karya Nenden Lilis yang bercerita tentang kehidupan seorang pedagang di sebuah pasar yang punya banyak anak dan harus berhutang sana-sini untuk kehidupannya sehari-hari termasuk untuk modal usahanya. Kehidupan semacam ini adalah gambaran yang nyata yang ada di sekitar kita, dan kearifan yang ada di sana adalah kearifan universal di mana meskipun miskin, tetapi pasangan orang tua di dalam cerpen itu mati-matian menyuruh anak-anaknya tetap sekolah.
Sumber
Referensi
http://www.balipos.co.id,
di download 17/09/2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar